
JAKARTA, iNews.id – Gempa dan tsunami yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (28/9/2018), telah menewaskan 384 jiwa untuk sementara ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan, gempa bumi yang terjadi di daerah itu kemarin dikategorikan sebagai gempa dangkal sehingga menimbulkan dampak cukup dahysat.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menuturkan, gempa bumi awalnya terjadi pada pukul 14.00 WIB dengan kekuatan 6 skala Ricther (SR) yang mengguncang Kabupaten Donggala di kedalaman 10 km. Selang beberapa lama, terjadi gempa susulan lebih besar berkekuatan 7,7 SR yang kemudian direvisi menjadi 7,4 SR di kedalaman yang sama yakni 10 km.
“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Palu-Koro, yang dibangkitkan oleh deformasi dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar mengiri (mendatar sinistral),” ujar Sutopo dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (29/9/2018).
Selanjutnya, kata dia, pada pukul 17.02 WIB BMKG mengeluarkan warning (peringatan) tsunami dengan status siaga dan waspada. “Status siaga, tinggi potensi tsunami 0,5 hingga 3 meter, untuk di pantai Donggala bagian barat. Sementara, status waspada kurang dari setengah meter untuk di tempat pantai Donggala bagian utara, Mamuju Utara, dan Palu bagian barat,” tutur Sutopo.
Kemudian, tsunami pun menerjang Palu dan Donggala dengan tinggi 0,5 sampai tiga meter. Saat warning tsunami itu dikeluarkan, kata Sutopo, BNPB masih menyiapkan pernyataan pemberitahuan kepada publik. Namun, 34 menit setelah dikeluarkannya warning tadi, BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 17.39 WIB.
“Saat peringatan tsunami, banyak yang tidak evakuasi. Tsunami menerjang pemukiman di sepanjang pantai,” ucapnya.
Dia mengatakan, BNPB belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait perkembangan situasi di Donggala karena listrik di wilayah itu mengalami gangguan akibat gempa kemarin.
Editor : Ahmad Islamy Jamil
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2DEcLxt
No comments:
Post a Comment