
JAKARTA, iNews.id - Kejadian bencana tsunami menghancurkan ratusan bangunan di Banten dan Lampung. Pemerintah menekankan pentingnya bangunan yang tahan bencana.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, rentetan bencana tahun ini harus dijadikan pelajaran akan pentingnya bangunan gedung adaptif dan tangguh bencana sesuai dengan building code.
“Penerapan building code sangat penting. Mulai awal 2019, Kami akan intensifkan sosialisasi building code ke daerah-daerah terutama yang rawan bencana,” ujar Basuki, dikutip Senin (24/11/2018).
Berdasarkan data terakhir, sebanyak 817 rumah dan 11 hotel yang ada di Banten dan Lampung rusak akibat terjangan gelombang tinggi dan tsunami di Selat Sunda.
Saat ini, kata dia, Kementerian PUPR dan sejumlah pihak tengah fokus mengevakuasi korban, membersihkan puing, dan menyediakan sanitasi dasar bagi penduduk yang terdampak tsunami.
Pria kelahiran Surakarta tersebut mengatakan, Kementerian PUPR telah mengirimkan sejumlah alat berat untuk membersihkan jalan. Sebagian di antaranya sudah berada di lapangan yang terdiri dari 7 ekskavator, 12 dump truck, dan 2 loader.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi bagi para pengungsi, kementerian PUPR mengirimkan 16 mobil tangki air, 2 mobil toilet, dan 20 hidran umum.
"Tambahan alat berat dan peralatan air bersih dan sanitasi akan dikirimkan dari Jakarta dan Banten," kata Basuki.
Dia mengaku sampai saat ini penyebab tsunami masih belum diketahui. "Saya kira ini kejadian langka, karena tidak ada gempa tapi terjadi tsunami. Ini tengah diteliti oleh para pakar apa penyebabnya," ujar Basuki.
Editor : Rahmat Fiansyah
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2AnU50X
No comments:
Post a Comment