.jpg)
JAKARTA, iNews.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan terkoreksi 0,10 persen menjadi 6.163 dari sebelumnya 6.169.
Divisi Komunikasi Perusahaan BEI Hani Ahaiyani mengatakan, menjelang akhir tahun nilai kapitalisasi bursa mencapai Rp6.986 triliun. Angka ini menurun 0,09 persen dari pekan sebelumnya Rp6.992 triliun.
"Rata-rata frekuensi transaksi harian BEI mengalami perubahan sebesar 5,05 persen menjadi 380,54 ribu kali transaksi dari 400,79 ribu kali transaksi dari pekan lalu," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (23/12/2018).
Kendati demikian, rata-rata volume transaksi harian mengalami peningkatan sebesar 23,32 persen menjadi 14,39 miliar unit saham dari 11,67 miliar unit saham dari pekan lalu. Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan mengalami peningkatan sebesar 7,12 persen menjadi Rp10,13 triliun dari Rp9,46 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.
Dengan demikian, investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp2,9 triliun di sepanjang pekan ini. Sehingga investor asing sepanjang 2018 telah mencatatkan jual bersih mencapai Rp51,63 triliun.
Pada pekan ini tidak ada penambahan emiten baru. Namun, terdapat dua pencatatan perdana reksa dana indeks premier (exchange traded fund/ETF) dan dua obligasi di BEI.
Reksa Dana Indeks Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD) menjadi ETF kesembilan yang tercatat di tahun 2018, dan merupakan ETF ke-23 di BEI. Kemudian, Reksa Dana Indeks Premier ETF PEFINDO i-Grade (XIPI) sebagai ETF ke-10 di 2018 dan menjadi ETF ke-24 di BEI.
Selain itu, pencatatan Obligasi Berkelanjutan II Chandra Asri Petrochemical Tahap I Tahun 2018 yang diterbitkan oleh PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Obligasi ini dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp500 miliar dengan tingkat bunga tetap 10 persen per tahun dan jangka waktu 3 tahun.
Selanjutnya, Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap I Tahun 2018 yang diterbitkan oleh PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk(WOMF). Obligasi ini dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp570,5 miliar.
"Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2018 adalah 88 emisi dari 50 Perusahaan Tercatat senilai Rp102,86 triliun," ucapnya.
Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 377 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp413,06 triliun dan 47,5 juta dolar AS, diterbitkan oleh 114 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 98 seri dengan nilai nominal Rp2.368,35 triliun dan 300 juta dolar AS. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp10 triliun.
Editor : Ranto Rajagukguk
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2GLbbvk
No comments:
Post a Comment