Pages

Monday, December 24, 2018

Beli Freeport Pakai Utang, Inalum Pastikan Tidak Ada Aset yang Digadai

JAKARTA, iNews.id - PT Inalum (Persero) resmi menggenggam 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Proses pembelian saham itu menggunakan utang.

Kepala Komunikasi Korporat dan Hubungan Antar Lembaga PT Inalum (Persero), Rendi Witular mengatakan, perseroan membutuhkan dana 3,85 miliar dolar AS untuk membeli saham PTFI.

Dari total kebutuhan itu, Inalum menerbitkan surat utang global senilai 4 miliar dolar AS. Sisanya 150 juta dolar AS untuk refinancing utang. Rendi memastikan, Inalum tidak memberikan jaminan apapun kepada investor global sebagai underlying asset atas surat utang global yang diterbitkan.

“Jangan termakan hoaks. Tidak ada aset atau saham yang kita gadaikan dalam penerbitan tersebut. Mengapa bisa tanpa jaminan? Karena investor global percaya akan kinerja Inalum dan prospek bisnis PTFI,” kata Rendi, dikutip Senin (24/12/2018).

BACA JUGA:

Kontrak Freeport Habis 2021 Kok Indonesia Bayar? Ini Penjelasan Inalum

Indonesia Kuasai Freeport, Said Didu: Biasa Saja

Dia menjelaskan, Inalum menerbitkan surat utang global dalam empat seri dengan tenor antara 3 tahun hingga 30 tahun. Adapun tingkat kupon yang ditawarkan rata-rata sebesar 5,991 persen.

Holding BUMN pertambangan itu menunjuk empat penjamin pelaksana emisi (Joint Lead Underwriters), yaitu BNP Paribas (Prancis), Citigroup (AS), dan MUFG (Jepang). Adapun mitra pelaksana emisi yang ditunjuk masing-masing CIMB dan Maybak (Malaysia), SMBC Nikko (Jepang), dan Standard Chartered (Inggris).

Surat utang global yang diterbitkan Inalum mendapatkan rating Baa2 dari
Moody’s dan BBB- dari Fitch. Surat utang ini telah terdaftar di Singapore Exchange Securities.

Rendi mengatakan, penerbitan surat utang dipilih Inalum karena lebih kompetitif dan stabil dibandingkan dengan pinjaman dari perbankan asing. Menurut dia, pinjaman dari bank memiliki risiko suku bunga. Apalagi, bank biasanya meminta jaminan sebagai syarat untuk menyetujui pinjaman bertenor jangka panjang.

“Mengapa tidak mengambil pembiayaan dari dalam negeri? Karena kita tidak ingin ada uang yang keluar dari Indonesia dan mengakibatkan terjadinya fluktuasi nilai tukar rupiah. Ini kan uangnya dari Jepang, Singapore, Amerika dan Eropa yang ditransfer ke negara lain,” ujar Rendi.

Dia juga memastikan Inalum memiliki kemampuan bayar utang yang cukup kuat. Nilai divestasi tersebut, kata dia, tidak seberapa dibandingkan dengan aset dan laba yang akan diperoleh oleh Inalum

“Kita keluar Rp55 triliun untuk membeli tambang PTFI dengan kekayaan senilai 2,400 triliun hingga 2041. Setelah 2022, laba bersih PTFI diproyeksikan sebesar Rp 29 triliun per tahun berdasarkan asumsi yang sangat konservatif,” kata Rendi.

Editor : Rahmat Fiansyah

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2BBqaBV

No comments:

Post a Comment