
NEW YORK, iNews.id - Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada Jumat (28/9/2018), Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengecam meningkatnya pergolakan politik, ekonomi, dan sosial di seluruh dunia.
Pria berusia 93 tahun itu mengatakan, terakhir kali dia hadir di Majelis Umum adalah pada 2003, tak lama sebelum pensiun.
" Saya kecewa melihat bagaimana dunia kehilangan arahnya," ucapnya, seperti dilaporkan South China Morning Post, Sabtu (29/9/2018).
Kemudian, dia mengatakan dunia sekarang ini lebih buruk dari 15 tahun lalu. Mahathir menyebut tentang perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) dan bagian dunia lainnya merasakan dampaknya.
Mahathir juga mengkritik perlakuan Pemerintah Myanmar terhadap warga Muslim Rohingya yang minoritas dan menuduh bagian dunia lain gagal bertindak.
Dia juga membeberkan masalah global terkait masuknya banyak imigran di seluruh dunia, perang yang dipicu terorisme, serta penderitaan warga Palestina yang memburuk.
Mahathir menutup pidatonya dengan bertanya kepada Sidang Majelis Umum PBB soal negara yang merampas kesejahteraan rakyatnya sendiri.
“Negara-negara sekarang telah merdeka, tetapi apakah itu berarti mereka mempunyai hak untuk membantai bangsanya sendiri?" sindirnya.
Terlepas dari kenyataan dia hadapi setalah kembali memimpin Malaysia, Mahathir memuji pencapaian demokratis negaranya yang untuk pertama kali dalam 61 tahun dan memutuskan untuk mengubah pemerintahannya.
Editor : Nathania Riris Michico
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2QgeKJC
No comments:
Post a Comment