
JAKARTA, iNews.id – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri kegiatan The Women Entrepreneurs Finance Initiative (We-Fi) bertema “Building a Better World for Women Entrepreneurs” di New York, Amerika Serikat, Selasa (25/9).
Di sela-sela acara tingkat tinggi pada sesi ke-73 majelis umum PBB tersebut, Susi hadir sebagai Champion yang direkomendasikan oleh Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono atas rekam jejaknya di dunia bisnis.
Kepemimpinan Susi dalam bisnis dan kewirausahaan telah disejajarkan dengan perempuan-perempuan hebat dari berbagai be lahan dunia, seperti wakil yang diusung 14 negara kontributor, diantaranya Kanada, Jerman dan Jepang.
Pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Uni Emirat Arab tersebut, Susi tampil bersama beberapa pengusaha perempuan hebat seperti Daniele Henkel, President Daniele Henkel Inc dari Kanada; Susana Balbo, Kepala W-20 sekaligus pengamat We-Fi dari Argentina; dan MaLu, Executive Vice President China Resources Group dari China.
We-Fi merupakan organisasi yang aktif dalam mendorong dan membantu wanita dari seluruh dunia, khususnya ne gara berkembang, untuk memimpin bisnis dengan dukung akses keuangan, pasar, teknologi, dan lainnya. We-Fi melalui pembiayaan lembaga keuangan komersial dan internasional menyediakan dukungan lebih dari USD1 miliar bagi pengusaha perempuan untuk terhubung kepasar domestik dan global.
Pada kesempatan tersebut, Susi menceritakan awal mula dirinya terjun ke dunia bisnis. Merasa terbelenggu dengan aturan di sekolah yang mengekang pemikirannya, akhirnya Susi memilih berhenti sekolah. Tak ingin bergantung kepada orang lain, Susi pun memutuskan menjadi pengusaha.
“Saya mulai dengan usaha kecil-kecilan sebagai pengepul ikan. Dengan modal yang kecil, saya memulai bisnis menjual ikan-ikan tangkapan nelayan di wilayah saya, di Pangandaran, Jawa Barat, dan pantai selatan Jawa. Akhirnya saya fokus di bisnis membeli lobster hasil tangkapan nelayan. Lama-kelamaan, usaha saya terus berkembang,” tuturnya, melalui keterangan tertulis.
Susi menegaskan, perempuan juga bisa ambil bagian dalam bisnis dan menjadi pemimpin.
“Kuncinya untuk menjadi pemimpin masa depan, kita harus berani mengambil risiko dalam hidup,” tegasnya. Dalam kegiatan ini, para Champions (pengusaha perempuan terpilih) juga turut berbagi inovasi dan solusi peningkatan usaha tanpa bias gender.
“Ini adalah bentuk pengakuan atas peran penting yang dimainkan pengusaha perempuan dalam memberdayakan wanita, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan inklusif pertumbuhan ekonomi, dan mengakhiri kemiskinan,” kata Presiden World Bank Group Jim Yong Kim. (Inda Susanti)
Editor : Rahmat Fiansyah
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2NNf5qp
No comments:
Post a Comment