Pages

Sunday, January 13, 2019

Minta Dukungan, Menlu Iran Kunjungi Irak Bahas Sanksi AS

BAGHDAD, iNews.id - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif berkunjung ke Irak, Minggu (13/1/2019). Kunjungan Zarif bertujuan membahas berbagai isu, termasuk soal sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

Kunjungan itu dilakukan hanya beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo secara tiba-tiba mengunjungi Irak dalam tur regionalnya ke Timur Tengah. Dalam kunjungannya, Pompeo mendesak Irak berhenti mengandalkan Iran untuk impor gas dan listrik.

Dalam pertemuan selama dua jam dengan Zarif, diplomat top Irak Mohammed Ali Al Hakim mengaku membahas soal sanksi AS atas Iran.

"Kami membahas langkah-langkah ekonomi sepihak yang diambil oleh AS dan bekerja sama dengan tetangga kami (Iran)," kata Hakim, seperti dilaporkan AFP, Senin (14/1/2019).

Zarif mengecam peran AS di wilayah itu.

"Kegagalan ini terus berlanjut selama 40 tahun terakhir dan usulan saya ke negara-negara (di kawasan) adalah untuk tidak bertaruh pada kuda yang kalah," katanya, kepada wartawan.

Selain dengan Al Hakim, Zarif juga bertemu dengan Perdana Menteri Irak Adel Abdel Mahdi. Mahdi pun menegaskan dukungannya untuk Iran.

"Kebijakan Irak dibangun untuk mencari hubungan terbaik dengan semua tetangganya," ujar dia.

Zarif diperkirakan akan menghadiri beberapa forum ekonomi di berbagai kota di Irak, termasuk Sulaymaniyah di Kurdi utara.

Saat berada di Baghdad, dia membahas berbagai masalah ekonomi dan politik dengan mitranya dari Irak termasuk Suriah dan Yaman.

Setelah kunjungan Zarif, Presiden Iran Hassan Rouhani juga diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Irak dalam waktu dekat.

Iran merupakan sumber barang impor terbesar kedua di Irak.

Selain makanan kaleng dan mobil, Irak juga membeli 1.300 megawatt listrik dan 28 juta meter kubik gas alam setiap hari dari Iran untuk pembangkit listrik.

Ketergantungan itu mengusik AS, yang menganggap Iran sebagai musuh regional utamanya dan mengharapkan Irak untuk melepaskan diri dari sumber energi Iran.

Namun, hubungan antara Irak dan Iran tampaknya tetap dekat. Hal ini diperkuat dengan kunjugan menteri perminyakan Iran ke Baghdad pekan lalu yang mengecam sanksi AS dengan menyebutnya hal yang ilegal.

Editor : Nathania Riris Michico

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2D8CADt

No comments:

Post a Comment