
JAKARTA, iNews.id - PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Barat-Banten tengah mengadakan gathering di Tanjung Lesung, Banten. Namun, saat mengadakan acara di pantai, tsunami menerjang lokasi acara. Adapun jumlah peserta gathering tersebut mencapai 260 orang yang terdiri dari para pegawai PLN dan keluarga.
Kepala Satuan Komunikasi Corporate PLN I Made Suprateka mengatakan, berdasarkan data sementara, bencana tersebut menelan korban luka sebanyak 24 orang dan telah dibawa ke Posko Masjid di PLTU. Sementara itu, sebanyak 19 orang belum ditemukan dan 133 orang selamat.
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, kabar duka menyelimuti keluarga besar PLN atas musibah yang menimpa rekan-rekan kami di Tanjung Lesung, Pandeglang pada Sabtu malam. Keluarga PLN dari Unit Induk Transmisi Jawa bagian Barat turut menjadi korban bencana tsunami yang terjadi pada pukul 21.27 WIB Sabtu malam," ujarnya di Jakarta, Minggu (23/12/2018).
Saat ini pihaknya terus mendata dan melakukan pencarian terhadap seluruh korban yang belum ditemukan. Oleh karenanya, dibentuk tim gerak cepat tanggap mencana dan mengirimkan 26 ambulance ke lokasi bencana untuk membantu proses evakuasi.
"Kami mohon doanya agar seluruh keluarga PLN bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat," kata dia.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gelombang pasang di Selat Sunda yang menerjang Pantai Anyer, Banten dan Lampung sebagai tsunami. Ombak besar itu diduga akibat longsor dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
”Setelah kami analisis gelombang itu merupakan tsunami. Polanya sangat mirip dengan tsunami yang terjadi di Palu. Karena itu kami melakukan koordinasi dengan Badan Geologi bahwa diduga, karena saat ini waktu belum cukup untuk mengumpulkan data, ada indikasi yang terjadi karena erupsi Anak Krakatau,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers di kantor BMKG, Jakarta, Minggu (23/12/2018).
Dwikorita menjelaskan, kesimpulan tentang tsunami ini diperoleh setelah BMKG mendapatkan data dari empat stasiun pengamatan pasang surut di sekitar Selat Sunda saat tsunami terjadi yakni pukul 21.27 WIB.
Hasil pengamatan menunjukkan tinggi gelombang masing-masing 0,9 meter di Serang pada pukul 21.27 WIB. Kemudian, tsunami 0,35 meter di Banten pada pukul 21.33 WIB, setinggi 0,36 meter di Kota Agung pada pukul 21.35 WIB, dan 0,28 meter pada pukul 21.53 WIB di Pelabuhan Panjang.
Editor : Ranto Rajagukguk
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2PUO4O0
No comments:
Post a Comment