
MANILA, iNews.id - Tim penyelamat Filipina bekerja keras untuk membebaskan 30 orang yang diduga terjebak tanah longsor dan reruntuhan bangunan akibat terjangan topan Yutu.
Topan mengakibatkan hujan deras di daerah pegunungan yang memicu banjir besar dan tanah longsor.
Direktur kantor pertahanan sipil setempat, Ruben Carandang, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (31/10/2018), mengatakan, sejauh ini tujuh orang tewas. Para korban berasal dari empat provinsi di Cordillera.
Enam dari korban tertimbun tanah longsor dan satu lagi tenggelam di sungai yang meluap. Sementara itu empat dari korban tewas merupakan anak-anak berusia antara 5 dan 11 tahun.
Tentara dan tim manajemen bencana pada Selasa malam berhasil menjangkau lokasi terpencil di utara provinsi tempat para korban lain terjebak. Akses ke lokasi terhalang material longsor. Bahkan ada bangunan yang tertelan Bumi akibat pergeseran tanah.
Lembaga manajemen bencana menyatakan, sebanyak 20 pekerja, seorang insinyur, tiga penjaga keamanan, dan enam atau tujuh warga, berlindung di sebuah bangunan yang kemudian hancur saat topan menerjang.
"Berdasarkan foto yang dikirim kepada saya pagi ini, bangunan itu tidak rata. Ada pintu terbuka. Ada ruang terbuka. Ada kemungkinan orang-orang masih hidup. Mereka tidak akan meninggal jika bangunannya tidak hancur," kata Carandang.
Yutu menerjang sepanjang pulau utama Luzon pada Selasa dengan kecepatan angin antara 150 sampai 210 km/jam, sebelum meninggalkan daratan pada malam harinya.
Ini merupakan terjangan topan kedua dalam sebulan terakhir setelah Mangkhut yang menewaskan lebih dari 100 orang. Sebagian besar korban tertimbun tanah longsor. Di Cordilleras saja ada 50 kasus tanah longsor yang menewaskan lebih dari 70 orang.
Hampir 10.000 orang dievakuasi sejak Senin atau sebelum topan menerjang. Mereka merupakan warga di daerah pegunungan, pesisir pantai, dan pinggiran sungai yang berisiko terkena dampak tanah longsor, hantaman gelombang, serta banjir.
Editor : Anton Suhartono
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2Rq5sey
No comments:
Post a Comment