
PALEMBANG, iNews.id – Kapten Sriwijaya FC Yoo Hyun-goo mengaku dirinya pernah didekati komplotan mafia bola yang mengajak kompromi pengaturan skor pertandingan Liga 1 2018.
“Mereka (mafia) telepon-telepon saya terus, WhatsApp juga. Tapi saya tidak mau, karena saya tahu ini uang kotor,” kata Yoo.
Yoo mengatakan dirinya tidak tahu persis kapan itu terjadi, tapi dia memastikan setelah laga Sriwijaya FC melawan Bhayangkara FC, 12 Oktober lalu.
Hingga kini, Yu tidak mengenal siapa pihak yang menelponnya itu dan menawarkan uang senilai Rp400 juta.
"Saya tidak tahu, siapa mereka. Tapi yang jelas saya ditawari uang Rp400 juta buat bagi teman-teman, terserah saya yang pilih. Bisa kiper, pemain belakang, pokoknya terserah saya," kata dia.
Setelah kejadian itu, Yoo mengaku langsung melapor ke Manajer tim Ucok Hidayat karena khawatir akan berimplikasi negatif terhadap dirinya.
"Saya takut ada masalah, apalagi orang ini (mafia) mau ajak bertemu, paksa-paksa walau saya tidak mau," ujar pemain asal Korea Selatan yang sudah merumput di Sriwijaya FC sejak tiga tahun lalu.
Kekhawatiran Yoo ini sangat wajar karena dirinya menyaksikan sendiri, bagaimana karier teman-temannya di kampung halamannya Korea menjadi hancur karena mafia bola. Bahkan dua sahabatnya sampai bunuh diri karena tidak mampu menanggung beban selalu dirongrong mafia bola.
"Banyak teman-teman di timnas yang ditangkap polisi. Belum lagi ada yang bunuh diri, karena sekali kita berhubungan dengan mafia bola maka sampai kita pensiun sama dia terus. Saya tidak mau begitu," kata dia.
Editor : Abdul Haris
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2QAijOw
No comments:
Post a Comment