
WASHINGTON, iNews.id - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS), Kamis (30/8/2018), meneken kontrak dengan perusahaan dirgantara raksasa Boeing untuk membuat pesawat tak berawak atau drone untuk pengisi bahan bakar.
Dengan kontrak senilai 805 juta dolar AS atau sekitar Rp11,7 triliun itu, Boeing akan mengembangkan dan memproduksi empat unit drone MQ-25A Stingray. Rencananya drone itu akan mulai beroperasi di kapal-kapal induk AS mulai 2024.
Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana John Richardson mengatakan, drone itu diharapkan akan membantu meningkatan daya jelajah pesawat-pesawat tempur angkatan laut dalam menjalani misi.
Drone ini nantinya bisa mengisi bahan bakar beberapa model pesawat tempur, seperti F/A-18 Super Hornet, EA-18G Growler, dan F-35C.
"Ini merupakan hari yang bersejarah. Kami akan melihat kembali ke hari ini dan mengakui bahwa peristiwa ini merupakan lompatan dramatis sebagai cara kami mengartikan kebutuhan perang, bekerja sama dengan industri, mengintegrasikan pesawat tanpa awak dan berawak," kata Richardson, dikutip dari AFP, Jumat (31/8/2018).
Boeing bersaing dengan General Atomic serta Lockhee Martin untuk mendapatkan kontrak fantastis itu.
Jika Boeing mampu memenuhi kontrak tersebut dengan mulus, maka ke depannya Pentagon akan membuat kontrak baru yakni pengadaan 72 drone pengisi bahan bakar dengan nilai 13 miliar dolar AS.
Editor : Anton Suhartono
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2N6p6hc
No comments:
Post a Comment