
JAKARTA, iNews.id – Nilai tukar rupiah menapaki level psikologis baru dengan bergerak tertekan ke level Rp14.700-an per dolar Amerika Serikat (AS). Padahal, Bank Indonesia (BI) telah berupaya menaikkan suku bunga acuan pada pertengahan Agustus lalu dan mengintervensi di pasar valuta asing (valas).
Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah akan terus mengawasi pergerakkan nilai tukar rupiah. Selain itu, pihaknya juga akan turut mewaspadai penguatan dari mata uang Negeri Paman Sam tersebut.
"Ya kita akan terus awasi dan waspadai (penguatan dolar AS)," katanya saat ditemui di Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (31/8/2018).
Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan menuturkan, faktor ketidakpastian dari sisi eksternal masih membebani nilai tukar Rupiah di pasar.
"Terutama sekali di AS masih akan terus berlanjut dan kita enggak tahu ending trade war dengan China gimana. Karena sekarang makin tidak main-main saling memberikan serangan balasan, jadi masih bisa berlanjut lebih buruk atau stop, jadi itu masih uncertainty," kata Anton.
Dia menjelaskan, adanya sentimen perang dagang AS dengan beberapa negara hingga pelemahan mata uang Turki, lira menyeret rupiah lebih dalam lagi. Sementara dari sisi domestik, Rupiah akan dipengaruhi oleh pelebaran defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) serta tingkat inflasi yang diprediksi masih akan meningkat.
Pada kuartal II-2018 posisi neraca modal dan pembiayaan sebesar 4,01 miliar dolar AS turun dari kuartal II-2017 sebesar 5,52 miliar dolar AS. "CAD di bawah 3 persen masih relatif oke, cuma yang jadi masalah dari sisi financial and capital account cenderung menurun," tutur dia.
Sebagai informasi, data Bloomberg menunjukkan, rupiah terdepresiasi 30 poin atau 0,20 persen menjadi Rp14.710 per dolar AS dari sesi terakhir kemarin Rp14.680 per dolar AS.
Yahoo Finance mencatat, rupiah melemah 25 poin atau 0,17 persen menjadi Rp14.710 per dolar AS dari posisi terakhir kemarin Rp14.685 per dolar AS. Saat dibuka rupiah diperdagangkan ke Rp14.683 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.683-14.710 per dolar AS.
Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 56 poin menjadi Rp14.711 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.655 per dolar AS. (Yohana Artha Uly)
Editor : Ranto Rajagukguk
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2NzLpcb
No comments:
Post a Comment