
JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada perdagangan, Jumat (31/8/2018) menapaki level psikologis baru atau tertekan makin dalam ke Rp16.700-an per dolar Amerika Serikat (AS). Greenback yang rebound setelah diterpa spekulasi kebijakan suku bunga AS kembali menghantam mayoritas mata uang dunia.
Data Bloomberg menunjukkan, rupiah terdepresiasi 30 poin atau 0,20 persen menjadi Rp14.710 per dolar AS dari sesi terakhir kemarin Rp14.680 per dolar AS.
Yahoo Finance mencatat, rupiah melemah 25 poin atau 0,17 persen menjadi Rp14.710 per dolar AS dari posisi terakhir kemarin Rp14.685 per dolar AS. Saat dibuka rupiah diperdagangkan ke Rp14.683 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.683-14.710 per dolar AS.
Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 56 poin menjadi Rp14.711 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.655 per dolar AS.
Sebagai informasi, kurs dolar AS berbalik menguat atau rebound terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (30/8/2018) waktu setempat karena para investor mencerna sejumlah data ekonomi terbaru.
Pendapatan pribadi AS meningkat 54,8 miliar dolar AS atau 0,3 persen pada Juli, sejalan dengan konsensus pasar, Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Kamis (30/8/2018).
Pada Juli, disposable personal income AS atau penghasilan pribadi setelah dikurangi pajak langsung atau dikenal pula dengan penghasilan pribadi yang siap dibelanjakan, meningkat 52,5 miliar dolar AS atau 0,3 persen, dan belanja (pengeluaran) konsumsi pribadi meningkat 49,3 miliar dolar AS atau 0,4 persen.
Sementara itu, dalam pekan yang berakhir 25 Agustus, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 213.000, meningkat 3.000 dari tingkat tidak direvisi pekan sebelumnya sebesar 210.000, kata Departemen Tenaga Kerja, Kamis (30/9/2018).
Rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 212.250, menurun 1.500 dari rata-rata yang tidak direvisi minggu sebelumnya 213.750. Ini adalah level terendah untuk rata-rata ini sejak 13 Desember 1969 ketika itu adalah 210.750, kata departemen tersebut.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,13 persen menjadi 94,7305 di akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1664 dolar AS dari 1,1698 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3012 dolar AS dari 1,3020 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia merosot ke 0,7256 dolar AS dari 0,7299 dolar AS.
Dolar AS dibeli 111,04 yen Jepang, lebih rendah dari 111,69 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9694 franc Swiss dari 0,9713 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2990 dolar Kanada dari 1,2917 dolar Kanada.
Editor : Ranto Rajagukguk
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2wAodTR
No comments:
Post a Comment