Pages

Friday, February 1, 2019

Tarif Angkutan Udara Naik, Menko Darmin Sebut karena Faktor Musiman

JAKARTA, iNews.id - Setiap menjelang libur Natal dan Tahun Baru, tarif sejumlah moda transportasi selalu mengalami kenaikan. Salah satunya transpotasi udara terutama rute domestik yang kenaikan tarifnya dinilai masyarakat terlalu mahal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, kenaikan transpotasi udara beberapa waktu lalu merupakan hal yang wajar. Pasalnya, tarif pesawat memiliki batas bawah dan atas yang bergantung pada musim liburan.

"Transportasi itu ya memang kalau bulan-bulan Lebaran sama tahun baru itu ada kecenderungan transportasi naik. Terutama angkutan udara ya, dia ada harga batas bawah ada batas atas," ujarnya di kantornya, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Dia melanjutkan, biasanya di luar masa libur nasional seperti Lebaran, Natal, dan Tahun Baru tarif transportasi udara cenderung mendekati tarif batas bawah. Pasalnya, dengan permintaan penumpang yang tidak membeludak membuat maskapai memasang tarif rendah agar menarik penumpang.

Sementara, pada saat menjelang libur nasional, maskapai-maskapai mulai menerapkan tarif cenderung mendekati batas atas. Sebab, masa ini permintaan masyarakat meningkat signifikan sehingga tarif sedikit dinaikkan pun tetap banyak peminat.

"Di luar lebaran dan tahun baru itu dia mendekati batas bawah. Coba perhatikan, Nanti begitu ini (masa liburan) dia mulai ke batas atas. Begitu lebaran tahun baru dia akan bergerak dari batas bawah," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah menyadari hal ini namun keberlangsungan industri penerbangan juga perlu diperhatikan. Lagipula kenaikan tersebut masih berada di bawah tarif batas atas yang ditentukan pemerintah.

"Industri airline ini juga harus dilindungi, artinya mereka pada titik tertentu supaya mereka juga survive," ujarnya di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

 Menurutnya, besaran tarif pesawat saat ini merupakan tarif yang seharusnya diberlakukan. Namun, karena beberapa waktu lalu antar maskapai perang harga dengan memberikan tarif murah sesuai batas bawah yang ditentukan.

"Memang selama ini mereka perang tarif, begitu harganya normal jadi seolah-olah tinggi," kata dia.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2Rwv2hN

No comments:

Post a Comment