
SINGAPURA, iNews.id - Harga minyak naik tipis, disokong pemotongan produksi yang sedang berlangsung oleh organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) dan Rusia, serta penurunan aktivitas pengeboran Amerika Serikat (AS).
Mengutip Reuters, Senin (14/1/2019), harga minyak mentah berjangka internasional Brent naik 27 sen, atau 0,5 persen menjadi 60,75 dolar AS per barel dari penutupan terakhir mereka.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 22 sen, atau 0,4 persen, menjadi 51,81 dolar AS per barel.
Perusahaan riset ekonomi TS Lombard mengatakan, harga minyak cenderung stabil di sekitar level saat ini dan sangat mungkin kembali bergerak ke atas. Pasalnya, pemotongran produksi minyak yang dilakukan OPEC dan beberapa sekutu non-OPEC, termasuk Rusia tetap memberi sentimen positif ke harga minyak di pasar.
Sementara itu, jumlah rig untuk pengeboran minyak berkurang empat dalam sepekan terakhir sehingga kini totalnya menjadi 873 rig, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes dalam sebuah laporan mingguan pada Jumat.
Namun, TS Lombard mengatakan harga minyak mungkin tidak naik jauh lebih tinggi karena ekonomi dunia sekarang melambat. Hal ini membatasi ruang untuk mengangkat harga minyak melalui pengurangan produksi.
Editor : Ranto Rajagukguk
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2Hbkvsz
No comments:
Post a Comment