Pages

Tuesday, December 25, 2018

Trump Kembali Kritik The Fed karena Terlalu Cepat Naikkan Suku Bunga

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali mengkritik kebijakan The Federal Reserve (The Fed) untuk kesekian kalinya. Bank sentral AS itu dinilainya terlalu cepat menaikkan suku bunga acuan.

Dikutip dari AFP, Rabu (26/12/2018), Trump menuding The Fed sebagai aktor tunggal di balik kejatuhan pasar saham. Kinerja Wall Street pada Desember 2018 merupakan yang terburuk sejak Resesi Besar yang terjadi pada 1930-an.

"Mereka menaikkan bunga terlalu cepat karena mereka pikir ekonomi bagus. Tapi saya pikir mereka terlalu terburu-buru," kata Trump.

Presiden dari Partai Republik itu juga menyebut, The Fed bertindak "gila" dan "lepas kontrol" dalam kebijakan moneternya. Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah investor global khawatir dengan ekonomi AS dan tutupnya pemerintahan AS yang sudah memasuki hari keempat.

Bursa Asia tertekan kemarin. Di Tokyo, indeks Nikkei turun 1.000 poin atau 5 persen, terburuk sejak April 2017. Investor juga merespons negatif dengan penurunan bursa saham AS selama empat hari terakhir.

Situasi semakin tidak terkendali usai Menteri Keuangan AS Stephen Mnuchin mengumumkan telah bertemu dengan enam bos bank raksasa di AS untuk menstabilkan Wall Street.

Meski direspons negatif, Trump tetap memuji langkah Mnuchin. Dia menilai Wall Street tertekan bukan karena Mnuchin melainkan The Fed.

"Ya saya percaya dengannya. Dia orang yang berbakat dan sangat pintar," ujar Trump.

Suami Melania tersebut optimistis dengan kinerja perusahaan AS dan meminta investor untuk tetap tenang di tengah gejolak pasar.

"Saya sangat yakin dengan perusahaan-perusahana kita. Kinerja mereka sangat baik. Saya pikir saat ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk membeli (saham)," kata Trump.

Stephen Innes, Kepala Perdagangan OANDA menyebut, perseteruan antara Trump dan The Fed serta langkah Mnuchin diantisipasi pasar dengan penurunan saham.

"Investor tidak percaya dengan pemerintah. Pasar digerakkan oleh persepsi dan ini tentu saja tidak bagus," ujarnya.

Editor : Rahmat Fiansyah

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2GHkeND

No comments:

Post a Comment