Pages

Tuesday, December 25, 2018

IHSG Diprediksi Menguji Level Resistance, Simak Saham-Saham Ini

JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpotensi menguat setelah pada sesi perdagangan sebelumnya ditutup naik 0,26 persen di level 6.163. Pergerakan IHSG hari ini diperkirakan berada dalam rentang 6.091-6.201.

Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, berdasarkan indikator, MACD telah menunjukkan pola dead cross di area positif. Kendati demikian, Stochastic dan RSI bergerak menguat.

"Di sisi lain, sebelumnya terlihat pola long white marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance," kata Nafan dalam risetnya, Rabu (26/12/2018).

Sementara itu, support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.127 hingga 6.091. Kemudian, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.182 hingga 6.201.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain:

- BBCA. Terlihat pola long white opening marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 25475 – 25875, dengan target harga secara bertahap di level 26250, 26750, 27125 dan 28775. Support: 25475 & 24775.

- BBTN. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 2550 - 2590, dengan target harga secara bertahap di level 2690, 2760 dan 2850. Support: 2530 & 2430.

- BMRI. Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 7175 – 7275, dengan target harga secara bertahap di level 7375, 7525, 7875 dan 8250. Support: 7175 & 7075.

- BNGA. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 870 – 890, dengan target harga secara bertahap di level 910, 940, 1010 dan 1080. Support: 870 & 855.

- PTPP. Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 1880 – 1900, dengan target harga secara bertahap di level 1920, 1985, 2050 dan 2120. Support: 1880 & 1850.

- WSKT. Pergerakan harga bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 1735 - 1755, dengan target harga secara bertahap di level 1825, 2030 dan 2240. Support: 1735 & 1670.

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2Q2ajl8

No comments:

Post a Comment