
ISTANBUL, iNews.id - Turki mengklaim memiliki bukti lain terkait kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, yang bertentangan dari versi Arab Saudi. Bukti tersebut antara lain rekaman audio kedua.
Media Turki, Hurriyet, melaporkan bahwa rekaman suara kedua itu disebut berdurasi 15 menit. Rekaman itu, lapor media Turki, jelas mengungkap pembunuhan kolumnis The Washington Post itu telah direncanakan.
Hal itu bertentangan dengan pernyataan jaksa Saudi yang pada Kamis kemarin menyebut lima pejabat Saudi akan dihukum mati atas tuduhan membunuh Khashoggi. Jaksa Saudi juga menegaskan Putra Mahkota Pangeran Muhammed bin Salman tak terlibat dalam pembunuhan itu.
Khashoggi (59) seorang kritikus rezim kerajaan, tewas dan dimutilasi di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Turki menyatakan, pembunuhan itu dilakukan oleh tim Saudi yang melakukan perjalanan ke Istanbul untuk membunuh Khashoggi.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan perintah itu berasal dari "tingkat tertinggi" Pemerintah Saudi, meski tidak menuding putra mahkota.
Kolumnis pro-pemerintah di harian Hurriyet, Abdulkadir Selvi, mengatakan dua rekaman audio itu menunjukkan pembunuhan Khashoggi adalah pembunuhan berencana.
Dia mengklaim, rekaman suara tujuh menit pertama membuktikan Khashoggi dicekik, sedangkan audio kedua direkam sesaat sebelum jurnalis itu melangkah ke konsulat yang dengan jelas menunjukkan pembunuhan itu direncanakan sebelumnya.
"Rekaman kedua membuktikan tim pembunuh beranggotakan 15 orang yang duduk di dalam konsulat sebelum kedatangan Khashoggi membahas bagaimana melakukan pembunuhan itu," kata Selvi, seperti dilaporkan AFP, Jumat (16/11/2018).
Turki, tambah dia, juga memiliki bukti bahwa tim tersebut melakukan panggilan internasional setelah pembunuhan itu.
Pada Kamis (15/11/2018), jaksa Saudi mengumumkan dakwaan terhadap 11 orang dan mengatakan total 21 orang ditahan dalam kaitannya dengan pembunuhan Khashoggi.
Dikatakan, eksekusi hukuman mati dijatuhkan terhadap lima dari mereka yang melakukan pembunuhan.
Namun, Turki bersikeras menyebut pernyataan Saudi itu "tidak cukup".
"Pembunuhan itu direncanakan terlebih dahulu," kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.
Editor : Nathania Riris Michico
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2qQqMP8
No comments:
Post a Comment