Pages

Thursday, November 15, 2018

Menlu Turki Sebut Pernyataan Jaksa Saudi soal Khashoggi Belum Cukup

ANKARA, iNews.id - Pemerintah Turki mengomentari pernyataan jaksa penuntut Arab Saudi soal pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di kantor konsulat di Istanbul pada 2 Oktober 2018.

Jaksa menyebut ada lima pejabat yang menghadapi hukuman mati. Selain itu, dalam keterangan terpisah, disebutkan pula bagaimana Khashoggi dibunuh, yakni dibius lalu jasadnya dimutilasi. Ini merupakan pernyataan resmi pertama dari pihak Saudi mengenai bagaimana pria 59 tahun itu dihabisi.

Baca Juga: Bukan MBS, Ini yang Beri Perintah Membunuh Khashoggi menurut Jaksa

Namun hasil pengungkapan sementara yang disampaikan jaksa Saudi dinilai belum cukup oleh Turki. Seperti diketahui, Turki memegang kendali atas penyelidikan kasus pembunuhan yang menghebohkan dunia ini.

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu menilai hasil penyelidikan yang dilakukan Turki mengungkap pembunuhan Khashoggi sudah direncanakan dan melibatkan pejabat tinggi Saudi.

"Kami menganggap langkah ini positif, tapi belum cukup," kata Cavusoglu, dalam wawancara televisi, seperti dilaporkan kembali AFP, Kamis (15/11/2018).

Baca Juga: Ini Isi Pernyataan Lengkap Jaksa Saudi soal Pembunuhan Jamal Khashoggi

Secara pribadi, Cavusoglu mengungkap tak ada bagian dari pernyataan jaksa penuntut itu yang memuaskan.

"Pembunuhan ini sudah direncanakan," tuturnya, menegaskan.

Lebih lanjut dia menambahkan, semua yang terlibat memberikan perintah pembunuhan harus diperiksa.

"Mereka yang memberi perintah dan juga para penghasut harus diklarifikasi dan proses ini tidak boleh ditutup-tutupi," ujarnya.

Cavusoglu menegaskan, Turki akan terus melakukan semua upaya yang diperlukan untuk mengungkap pembunuhan ini dari segala aspek.

Editor : Anton Suhartono

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2qO25mI

No comments:

Post a Comment