
JAKARTA, iNews.id – Pembangunan moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) jurusan Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia telah mencapai 97,07 persen. Angkutan massal berbasis rel ini mulai beroperasi untuk umum Maret 2019.
Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengaku optimistis dapat menyelesaikan sisa pengerjaan tiga persen dalam waktu empat bulan ke depan. Menurut dia, kontraktor akan menguji coba sistem perkeretaapian secara integrase pada 12 November. Selanjutnya mulai 8 Desember 2018 hingga Februari 2019 dilakukan uji coba kereta di jalur utama.
“Kalau sekarang Anda masuk ke tiap-tiap stasiun, maka akan dilihat pengerjaan finishing, bahkan pintu akses masuk sudah dipasang. Awal Desember kita coba kereta kedua hingga 16 untuk masuk di jalur utama. 15 Febuari akan diuji coba coba operasional secara menyeluruh,” kata William di Wisma Nusantara, Jakarta, Selasa (30/10/2018).
Menurut dia, PT MRT mengusulkan besaran tarif MRT rute Lebak Bulus-Bundaran HI Rp8.500 per 10 kilometer. Besaran tarif itu berdasarkan survei willingness to pay (WTP).
“Itung-itungannya ada Rp1.500 boding charge, dan per kilometer itu Rp700. Jadi kalau kita jalan lima kilometer, itu ada Rp1.500 boding charge per Rp700 x 5. Berarti Rp3.500 ditambah boding charge. Jadi Rp5.000 itu dari Bundaran HI ke Senayan,” ujar William.
Menurut dia, tarif Rp8.500 per 10 kilometer sudah termasuk subsidi Pemprov DKI. Tarif nantinya diputuskan oleh Gubernur DKI dan segera diumumkan. “Keputusan tetap ada di Pemprov DKI,” ucap dia.
William menuturkan, dengan tarif Rp8.500 sekali jalan, pengelola menargetkan jumlah penumpang mencapai 130.000 per hari. “Kita mulai mungkin dari 50 persen, dari 130.000 penumpang menjadi 65.000. Akhir tahun 130.000 per hari,” kata dia.
Lebih lanjut, William mengatakan, PT MRT Jakarta telah mendapat tugas dari Kementerian Perhubungan untuk melakukan kajian atas usulan rute MRT diperjanjang dari Lebak Bulus ke wilayah Tangerang Selatan (Tangsel).
PT MRT telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). BPTJ sendiri telah memberikan usulan jalur mana yang akan dilewati.
“Kita tadi pagi ada Focus Group Discusion (FGD). Kita sedang visibility study dulu. Kedua kita berkerja sama dengan Indonesia Infrastruktur Financing Facility untuk membicarakan konsep kemitraan pemerintahan dan dana usahanya,” tutur William.
Berikut rute MRT Jakarta perpanjangan jalur ke Tangerang Selatan yang diusulkan BPTJ :
1. Lebak Bulus.
2. Stasiun UMJ.
3. Stasiun UIN Syarif Hidayatullah.
4. Stasiun Pasar Ciputat.
5. Stasiun Pustekkom.
6. Stasiun Pondok Cabe.
7. Stasiun Pamulang Barat.
8. Stasiun Pondok Benda.
9. Stasiun Babakan.
10. Stasiun Puspitek.
11. Stasiun Rawa Buntu.
12. Tangerang Kota.
Editor : Khoiril Tri Hatnanto
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2AyEJH5
No comments:
Post a Comment