Pages

Monday, October 22, 2018

Kisah Walter Kwok, Pernah Diculik Gangster dan Dianggap Gila Adiknya

HONG KONG, iNews.id - Orang terkaya nomor 10 di Hong Kong, Walter Kwok meninggal dunia akibat serangan jantung. Kisah hidupnya penuh dengan drama mulai dari penculikan hingga perseteruan dengan adik-adiknya.

Dikutip dari New York Times,Senin (23/10/2018), Kwok yang merupakan raja properti dengan kekayaan Rp120 triliun pernah dijadikan target oleh sekelompok gangster yang disebut Big Spenders.

Kelompok asal China Daratan dengan nama Cheung Tze Keung ini menculik Kwok pada September 1997. Begundal yang gemar bermain kasino di Macau ini menyekap Kwok selama tiga bulan di sangkar kayu.

BACA JUGA:

Raja Properti Hong Kong Walter Kwok Wafat, Tinggalkan Warisan Rp120 T

Kwok yang awalnya menolak untuk membayar tuntutan Big Spenders akhirnya dibebaskan setelah keluarganya memenuhinya dengan membayar 80 juta dolar AS. Kelompok gangster ini setahun sebelumnya juga menculik Victor Li, putra orang paling tajir di Hong Kong Li Ka Shing dengan tebusan 125 juta dolar AS.

Kwok yang lahir pada tahun 1950 kuliah di Imperial College of Science and Technology London. Kematian ayahnya, Kwok Tak Seng akibat serangan jantung pada 1990 membuatnya mengambil alih kendali Sun Hung Kai Properties, salah satu perusahaan real estate terbesar di Hong Kong.

Saat itu, Kwok yang merupakan anak sulung menjalankan perusahaan bersama kedua adiknya, Raymond dan Thomas. Kwok menjabat sebagai Chairman sekaligus CEO Sun Hung Kai Properties.

Kejadian penculikan yang menimpa Kwok membuatnya stres dan depresi. Operasional sehari-hari perusahaan dijalankan oleh kedua adiknya sebelum akhirnya Kwok didepak dari perusahaan pada 2008.

Raymond dan Thomas menyebut, kakaknya mengalami gangguan mental bipolar disorder sehingga tidak seharusnya memimpin perusahaan. Posisi Chairman akhirnya dijabat ibu sekaligus istri Kwok Tak Sheng.Meski dilengserkan, Kwok tetap menjabat sebagai direktur nonekskeutif di Sun Hung hingga 2014.

Pada tahun yang sama, ketiga saudara ini sepakat untuk membagi kekayaan perusahaan yang saat itu mencapai lebih dari 33 miliar dolar AS. Kekayaannya dibagi sama rata.

Kini, kekayaan Kwok ditaksir mencapai 8 miliar dolar AS. Sejak saat itu, Kwok mendirikan perusahaan properti sendiri, Empire Group Holdings.

Kwok kini telah tiada. Drama-drama yang pernah menyelimuti kisah hidupnya, termasuk dugaan korupsi yang belum pernah terbukti, kini berakhir. Sementara kedua adiknya terangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Hong Kong karena menyuap Rafael Hui, pejabat pemerintah Hong Kong, dengan dua unit apartemen dan pinjaman tanpa agunan.

Selamat jalan, Kwok Ping Sheung.

Editor : Rahmat Fiansyah

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2Cz9Xj1

No comments:

Post a Comment