
SYDNEY, iNews.id - Pemungutan suara bagi pemilihan umum (pemilu) paruh waktu di Wentworth, Sydney, Australia, dilangsungkan pada Sabtu (18/10/2018). Salah satu calon independen, Kerryn Phelps, menjadi korban beredarnya email palsu yang mengatakan dia mengidap HIV.
Menurut laporan yang diterima ABC News, ini merupakan salah satu 'kampanye hitam' yang terjadi dalam usaha mencari anggota parlemen baru untuk menggantikan mantan Perdana Menteri Malcolm Turnbull yang mengundurkan diri.
Phelps, yang maju sebagai calon independen, diperkirakan memiliki peluang untuk menang mengalahkan calon dari partai Liberal, Dave Sharma.
Kursi di Wentworth selama ini dikuasai oleh Partai Liberal namun keributan politik yang menyebabkan mundurnya Malcolm Turnbull digunakan oleh partai politik lain untuk merebut kursi parlemen di sana.
Email yang diterima ABC News, yang sudah disebarkan ke ratusan warga dan juga organisasi di daerah pemilihan Wentworth, dikirim dari sebuah alamat palsu pada Minggu (14/10/2018).
Email itu mendesak warga memberikan suara kepada calon Partai Liberal Dave Sharma.
ABC News tidak mengatakan bahwa Sharma ataupun mereka yang terlibat dalam tim kampanyenya berada di belakang pengiriman email tersebut.
Phelps menyebut hal itu sebagia salah satu dari beberapa kampanye buruk terhadap dirinya.
"Email itu sangat mengejutkan dan sangat mengganggu," kata dia, kepada ABC News.
"Ketika saya memutuskan mencalonkan diri sudah ada yang memperingatkan tentang kemungkinan adanya taktik kotor, namun ini setingkat lebih tinggi," katanya.
Email yang beredar itu mengatakan Phelps tidak lagi menjadi calon untuk pemilihan di Wentworth.
"Tolong alihkan dukungan anda kepada Dave Sharma? Ini penting sekali, dan tolong beritahu teman-teman anda juga," demikian isi email tersebut.
"Gunakan seluruh telepon, messenger, dan media sosial; dan tunjukkan dukungan kepada Dave Sharma di Facebook juga. Kartu pencoblosan sudah dicetak, namanya masih ada, namun dia sudah mengundurkan diri," demikian isi email.
"Jadi tolong JANGAN berikan suara untuk dia, pilih Dave Sharma saja untuk pilihan satu-satunya. Kerryn dinyatakan mengidap HIV kemarin sehingga dia tidak bisa mencalonkan diri," lanjut email tersebut.
"Pilih Dave Sharma. Bila tidak, bila anda memilih calon kulit putih setempat, mereka nantinya akan melecehkan anak-anak anda."
Profesor emiritus University of Technology Sydney (UTS), John Daly, merupakan salah satu dari 98 orang di universitas yang mendapatkan email dan kemudian mengirimkannya kepada universitas dan Phelps.
Dalam reaksinya, Perdana Menteri Scott Morrison mengecam adanya email palsu tersebut dan menyebutnya sebagai hal yang melakukan dan 'menjijikan.'
"Seperti yang dikatakan oleh Kerryn sendiri, ini tidak ada hubungannya dengan Partai Liberal," kata dia.
"Ini adalah wajah buruk dari politik Australia dan ini tidak ada tempatnya dalam pemilihan sela seperti ini."
Di Twitter, Sharma mengaku marah dan kecewa terkait email berisi ungkapan bohong soal Phelps tersebut. Dia menambahkan, email itu tidak jujur dan memberikan stigma bagi mereka yang menderita HIV.
Editor : Nathania Riris Michico
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2NMwDxT
No comments:
Post a Comment