Pages

Sunday, September 2, 2018

Stabilkan Rupiah, BI Diminta Jangan Gegabah Naikkan Suku Bunga Acuan

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) terus memerhatikan stabilitas nilai tukar rupiah yang kini telah melewati Rp14.700 per dolar AS. Salah satunya dengan berkomitmen untuk terus melakukan intervensi di pasar.

Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal mengatakan, upaya-upaya yang dilakukan BI selama ini merupakan langkah terbaik untuk menstabilkan rupiah. Namun, karena pilihan instrumen yang terbatas, maka BI bisa saja menaikkan suku bunga acuannya sebagai salah satu langkah untuk memulihkan kondisi rupiah.

"Ada instrumen lain sebetulnya, tapi ini juga seharusnya menjadi the last resource ya tadi kenaikan suku bunga bisa saja dilakukan," ujarnya kepada iNews.id, Minggu (2/9/2018).

Hanya saja menurut dia, kenaikan suku bunga ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena justru bisa menjadi boomerang bagi rupiah. Dengan demikian, BI harus jeli mencermati saat yang tepat dan besaran suku bunga yang pas sesuai dengan yang dibutuhkan.

"Kalau misalnya dipakai di momen yang tepat dengan besaran yang tidak terlalu tinggi berdasarkan tren data historis ini bisa memicu apresiasi. Ini tergantung momentum dan tergantung besaran ya," kata dia.

Jangan juga kenaikan suku bunga acuan dilakukan dengan terburu-buru dalam merespons setiap sentimen yang ada. Meskipun volatilitas nilai tukar rupiah saat ini lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan ekonomi.

"Jadi kalau lewat jalur nilai tukar itu dampak negatifnya akan jauh lebih cepat kalau BI menaikkan suku bunga," ucapnya.

Sebab, kenaikan suku bunga yang terlalu cepat dan terburu-buru menimbulkan ekspektasi yang negatif bagi pasar. Pasar akan melihat bahwa ini adalah tanda-tanda kepanikan BI sehingga memunculkan banyak spekulasi.

Untuk itu, menurut dia, BI lebih baik menunggu hingga The Fed memberikan sinyal kenaikan suku bunganya (Fed Funds Rate/FFR). Pasalnya, ketika FFR naik, BI tentu harus menaikkan suku bunga acuannya lagi

"Seharusnya wait and see dulu ya sampai kemudian benar ada tanda-tanda kenaikan dari The Fed atau menjelang kenaikan FFR. Jangan dihabiskan dulu pelurunya," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2PYOunF

No comments:

Post a Comment