.jpg)
JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah di pasar spot pada perdagangan, Selasa (16/7/2019) pagi bergerak dua arah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda terpantau bertahan di level psikologis Rp13.900 per dolar AS.
Data Bloomberg pukul 09.50 WIB menunjukkan, rupiah menguat 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp13.917 per dolar AS dari sesi terakhir kemarin Rp13.919 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp13.910-13.930 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp13.910 per dolar AS.
Yahoo Finance mencatat, rupiah bergerak datar di level Rp13.915 per dolar AS. Rentang pergerakan harian rupiah, yakni Rp13.900-13.930 per dolar AS.
Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 45 poin menjadi Rp13.925 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.970 per dolar AS.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak menguat terhadap dolar AS. Pasalnya, pergerakan rupiah ditopang oleh berbagai sentimen positif dari dalam dan luar negeri. Dia menyatakan, nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat. Sebab masih ada sentimen positif dari surplus neraca perdagangan bulan Juni 2019.
Selain itu, politik dalam negeri yang semakin mereda setelah pihak-pihak yang kalah Pilpres mulai memberi pernyataan dan gestur yang secara implisit menerima hasil Pemilu. Sementara dari eksternal, adanya potensi pemangkasan suku bunga acuan AS.
"USDIDR masih terbuka untuk menembus ke bawah level Rp13.900, dengan support di kisaran Rp13.850. Resisten di Rp14.000," ujarnya dalam hasil risetnya, Selasa (16/7/2019).
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, faktor global merupakan sentimen utama yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah. Meredanya sentimen perang dagang antara AS dengan Tiongkok disikapi positif oleh pelaku pasar. Adapun sentimen dovish dari The Fed telah mempengaruhi pelemahan dolar AS.
Di sisi lain, proyeksi dari data penjualan ritel maupun data penjualan ritel inti AS yang sama-sama diproyeksikan turun dari 0,5 persen menjadi 0,1 persen diyakini akan terus memberikan efek terhadap depresiasi mata uang dolar AS.
"Pergerakan rupiah terhadap dolar AS diprediksikan masih akan cenderung melanjutkan penguatannya," kata dia.
Dari sisi domestik, para pelaku pasar mengapresiasi peran pemerintah dalam menjaga stabilitas politik maupun keamanan sehingga hal ini akan memberikan katalis positif bagi meningkatnya kinerja pertumbuhan ekonomi nasional.
"Adapun euphoria rekonsiliasi politik antara Jokowi dengan Prabowo, serta data neraca perdagangan Juni dilaporkan mengalami surplus 196 juta dolar AS memberikan katalis positif bagi rupiah," ucapnya.
Secara teknikal, terlihat pola three black crows candlestick pattern pada USDIDR Daily chart yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan bagi rupiah terhadap dolar AS.
"Khusus untuk range USDIDR pada hari Selasa adalah: 13830 - 13975," tutur dia.
Editor : Ranto Rajagukguk
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2lDvZuv
No comments:
Post a Comment