Pages

Sunday, July 28, 2019

Pekan Lalu Sempat Menguat Tajam, Dolar AS Kini Melemah Tipis

TOKYO, iNews.id - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah tipis terhadap mayoritas mata uang, tetapi masih mendekati level tertinggi dua bulannya. Pekan lalu dolar AS menguat tajam setelah adanya rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang lebih baik dari perkiraan sehingga menambah daya tarik greenback.

Mengutip Reuters, Senin (29/7/2019), Federal Reserve AS diperkirakan memangkas suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade pekan ini. Tetapi langkah seperti itu dipandang sebagai tindakan pencegahan untuk melindungi ekonomi dari ketidakpastian global dan tekanan perdagangan.

“Apa yang semua orang perhatikan saat ini adalah apakah AS akan memasuki siklus penurunan suku bunga. Angka PDB sedikit lebih kuat dari yang diharapkan, membuat adanya pandangan bahwa AS memasuki siklus pelonggaran,” kata Kyosuke Suzuki, direktur valas di Societe Generale.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang sedikit berubah menjadi 97.968, setelah mencapai tertinggi dua bulan di 98.093 pada Jumat.

Produk domestik bruto AS tumbuh 2,1 persen pada kuartal kedua, di atas perkiraan 1,8 persen, karena lonjakan belanja konsumen menumpulkan sebagian hambatan dari penurunan ekspor dan persediaan yang lebih kecil.

Data tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dan memperkuat harapan bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga yang lebih kecil dari 25 basis poin, daripada 50 basis poin, menjadi 2,0-2,25 persen.

Bank Sentral Eropa mengisyaratkan pekan lalu akan memangkas suku bunga lebih dalam dan mengadopsi langkah-langkah pelonggaran lebih lanjut pada bulan September untuk menopang ekonomi zona euro yang kendur.

Euro bergerak di 1,11315 dolar AS, hampir datar di Asia dan tidak jauh dari level terendah Kamis di 1,1101. Terhadap yen, dolar AS diperdagangkan di 108,62 yen, turun tipis dari level akhir AS pada Jumat, ketika menapaki level tertinggi dua minggu di 108,83 yen.

Menjelang The Fed, Bank of Japan memulai pertemuan kebijakan dua hari pada Senin. Pelaku pasar mengharapkan BOJ untuk mengirim pesan dovish dan dapat mencoba untuk menggunakan pelonggaran dengan mengubah pedoman ke depan tetapi menahan diri dari penurunan suku bunga dan langkah kebijakan utama lainnya karena kurangnya amunisi kebijakan.

Dolar Australia merosot ke level terendah satu bulan di 0,6900 dolar AS dan terakhir berada di 0,69105 dolar AS. Sementara itu, Sterling jatuh ke level terendah 28-bulan karena Brexit tanpa kesepakatan tampaknya semakin mungkin di bawah Perdana Menteri Inggris baru Boris Johnson.

Pound terakhir diperdagangkan di 1,2379 dolar AS, setelah merosot ke 1,2375 dolar AS pada awal perdagangan.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/30ZqFkr

No comments:

Post a Comment