
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah akan mewaspadai potensi terjadinya resesi atau kemerosotan ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat (AS). Kekhawatiran terjadinya resesi mulai terlihat dengan melihat sejumlah kondisi terkini ekonomi AS.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membenarkan potensi resesi ekonomi yang mungkin terjadi di AS. Hal ini bisa terlohat dari yield utang tenor jangka pendek yang lebih tinggi dibandingkan jangka panjang di pasar obligasi.
"Inverse curve dari yield curve US treasury ini biasanya sebagai leading indicator terhadap kemungkinan terjadinya resesi atau pelemahan di AS," ujar Sri Mulyani di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (26/3/2019).
Pasar obligasi AS mencatat yield surat utang tenor 3 bulan lebih tinggi dibandingkan tenor 10 tahun. Munculnya inversi atau yield utang surat tenor jangka pendek lebih tinggi dari jangka panjang, kerap kali digunakan ekonom untuk mempertimbangkan potensi terjadinya resesi.
Oleh karenanya, untuk mengantisipasi dampak dari resesi tersebut, bendahara negara itu mengatakan akan mewaspadai fenomena ini. "Memang Amerika dan RRT (Republik Rakyat Tiongkok) sekarang ekonomi cenderung melemah semuanya, dan ini harus kita waspadai secara baik," katanya.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, akan menyiapkan langkah-langkah untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Salah satu upaya yang akan dilakukan ialah terus memperkuat instrumen fiskal.
"Kita pakai untuk mendorong investasi agar berjalan dengan baik. Momentum growth-nya kan sampai dengan akhir tahun lalu bagus. Capital market cukup bullish, dan juga capital spending yang mulai meningkat," ucapnya.
Editor : Ranto Rajagukguk
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2TtO8WM
No comments:
Post a Comment