
JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tajam di pasar spot. Pada pembukaan perdagangan Senin (7/1/2019) pagi, rupiah berada di level Rp14.000 per dolar AS.
Data Bloomberg menunjukkan pada pukul 10:12 WIB, rupiah berada di level Rp14.090 per dolar AS, menguat 180 poin atau 1,26 persen dibanding posisi penutupan akhir pekan lalu di Rp14.270 per dolar AS.
Rupiah langsung dibuka menguat di Rp14.5177 dan terus menekan dolar AS. Penguatan ini membuat rupiah terapresiasi 2,08 persen sejak awal 2019.
Data Reuters juga menunjukkan pada pukul 10:16 WIB, rupiah menguat ke Rp14.0080 per dolar AS. Mata uang Garuda sejauh ini bergerak dalam rentang Rp14.080-14.265 per dolar AS.
Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia Senin 7 Januari 2019, rupiah menguat 245 poin menjadi Rp14.105 per dolar AS dari posisi akhir pekan lalu di Rp14.350 per dolar AS.
Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama dunia, termasuk rupiah. Pelemahan greenback didorong pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang cenderung menunda kenaikan suku bunga (dovish).
"The Fed menyatakan lebih bersabar dalam menaikan tingkat suku bunganya tahun ini dan lebih melihat arah pergerakan ekonomi Amerika Serikat sebelum mengambil keputusan untuk menaikan tingkat suku bunga," ujarnya.
Dia menambahkan kemungkinan akan adanya perundingan perdagangan antara Amerika Serikat-China pada 7-8 Januari di Beijing, turut menjadi faktor negatif bagi dolar AS. "Rupiah mendapatkan sentimen positif dari pelemahan dolar AS di pasar global itu," katanya.
Pengamat pasar uang dari Bank Woori Saudara Indonesia Rully Nova menambahkan, data ekonomi Indonesia yang positif masih menjadi salah satu faktor yang mendorong nilai tukar rupiah kembali terapresiasi. "Pada awal tahun ini kita sudah disuguhi data inflasi yang terkendali, serta realisasi pendapatan negara dalam APBN naik dibandingkan tahun 2017," ujarnya.
Menurut dia, pendapatan APBN yang meningkat menunjukan fiskal Indonesia yang sehat. Kondisi itu akan membuat investor melirik Indonesia sebagai tempat investasi.
Editor : Rahmat Fiansyah
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2SFWECD
No comments:
Post a Comment