
BANGKOK, iNews.id - Perayaan Tahun Baru berujung malapetaka di Thailand. Pria 41 tahun menembak mati enam anggota keluarga, termasuk dua anak kandung berusia 6 dan 9 tahun, sebelum bunuh diri.
Peristiwa ini terjadi di Distrik Pato, Chumpon, Senin (31/12/2018) malam. Polisi baru mendapat laporan Selasa (1/1/2019) 20 menit memasuki Tahun Baru, dikutip dari The Nation, Rabu (2/1/2019).
Petugas mendapati jasad Wichit Nakhlod (50), Ratchaporn Onmuk (50), dan Ngud Onmuk (71), di antara meja dan kursi berisi makanan dan minuman di dalam rumah.
Di ruang berbeda, polisi mendapati jasad Pakamard Onmuk (47), Chananthida Sornsang (6,) dan Kasidit Sornsang (9).
Sementara jasad pelaku, Sucheep Sornsang, ditemukan di kamar tidur dengan luka tembak di kepala. Di lokasi
itu petugas juga mendapati pistol berkaliber 9 milimeter.
Satu korban lagi, Thinnakorn Onmuk (33), ditemukan dalam kondisi mengalami luka tembak di perut. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit sehingga nyawanya terselamatkan.
Kepada petugas, Thinnakorn mengatakan, saat itu sedang ada perayaan Tahun Baru di rumah. Namun suasana berubah setelah kakak iparnya, Sucheep, datang.
Dalam kondisi mabuk, Sucheep mengungkapkan kemarahan mengapa tak pernah diterima di keluarga besarnya. Padahal dia sudah banyak membantu. Setelah itu, dia mengeluarkan senjata api dan menembak semua yang ada di lokasi.
Thinnakorn mengaku pura-pura mati setelah ditembak perutnya. Dia merupakan korban terakhir yang ditembak sebelum Sucheep bunuh diri di kamar.
Wakil Gubernur Somporn Patchimphetch yang juga mengunjungi lokasi 1,5 jam setelah kejadian mengatakan, aksi bunuh diri ini dilatarbelakangi dendam.
Sucheep, kata dia, pernah dipenjara selama 3 tahun atas kasus percobaan pembunuhan dan baru bebas pada November lalu.
Selama ini, pria pengangguran itu dikenal kerap membuat onar dengan mabuk-mabukan serta beberapa kali mengancam akan membunuh anggota keluarganya.
Editor : Anton Suhartono
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2EY6USF
No comments:
Post a Comment