
BEIJING, iNews.id - Apple menurunkan proyeksi pendapatannya pada kuartal I-2019. Pandangan tersebut disampaikan setelah penjualan iPhone yang lesu akibat perlambatan ekonomi di China.
Dalam suratnya kepada investor, CEO Apple, Tim Cook menyebut, ekonomi di China yang melambat menjadi alasan utama di balik penurunan pendapatan Apple. Dia juga menyinggung perang dagang AS dan China yang berdampak pada penjualan iPhone di Negeri Bambu itu.
Meski begitu, warganet di China punya pandangan lain. Mereka merasa harga iPhone terus menerus naik dan kelewat mahal.
"Apakah itu benar-benar karena ekonomi yang melambat? Apakah Anda sudah melihat produk-produk Anda belakangan ini? Tanpa terobosan besar, harga iPhone meningkat signifikan. Anda pikir kami bodoh?" tulis seorang warganet di Weibo, media sosial paling populer di China, dilansir Abacus News, Sabtu (5/1/2019).
BACA JUGA:
Penjualan iPhone Turun, Apple Mulai Dibandingkan dengan Nokia
Warganet lainnya menambahkan," Izinkan saya mengartikannya. Tidak banyak orang idiot seperti yang kita pikirikan. Ternyata, orang-orang tidak mau membeli ponsel yang harganya lebih dari 1.400 dolar AS."
Harga iPhone memang meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. iPhone 5 yang dirilis pada tahun 2012 diharga 650 dolar AS. Namun, iPhone XS Max saat ini minimal dihargai 1.099 dolar AS.
Peningkatan harga ini membuat banyak orang China beralih dari iPhone. Apalagi, merek-merek ponsel lokal dengan harga murah dan kualitas tidak berbeda jauh bertebaran di China.
Berdasarkan data Counterpoint, pangsa pasar Apple di China tidak masuk dalam 5 besar hingga kuartal III-2018. Di urutan pertama dan kedua ditempati Vivo dan Oppo masing-masing 19,9 persen dan 17,7 persen. Kedua merek ini dimiliki perusahaan yang sama, BBK Electronics.
Di posisi ketiga ada Huawei dengan porsi 14,5 persen dan diikuti Honor 12,2 persen. Honor merupakan merek di bawah Huawei.
Sementara Xiaomi berada di posisi kelima dengan pangsa pasar 12 persen. Apple berada di posisi keenam dengan pangsa pasar 7,7 persen.
Selain penjualan yang lesu, Apple menyebut, saat ini orang-orang lebih banyak memilih mengganti baterai daripada membeli unit baru. Pada 2018, Apple memangkas harga baterai dari 79 dolar AS menjadi 29 dolar AS setelah dikritik karena cepat aus.
Warganet China lainnya mempunyai pandangan lain mengapa penjualan iPhone lesu di China. Dia menyebut, ponsel tersebut sangat awet.
"Saya memakai iPhone 4S selama tiga tahun, kemudian iPhone 6 tiga tahun, dan sekarang sudah setahun memakai iPhone X. Dan secara mengejutkan, saya sebenarnya masih memakai ketiganya sampai sekarang," kata dia.
Editor : Rahmat Fiansyah
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2GUTUzz
No comments:
Post a Comment