Pages

Sunday, January 6, 2019

Mulai Dibangun, Pabrik Tesla di China Produksi 500.000 Mobil Listrik

SHANGHAI, iNews.id - Tesla Inc akhirnya memulai pembangunan pabrik di China dengan nilai investasi 5 miliar dolar AS atau setara Rp70 triliun. Pabrik tersebut merupakan yang pertama di luar AS.

Dilansir Bloomberg, Senin (7/1/2019), CEO Tesla, Elon Musk akan hadir secara langsung dalam acara ground breaking pembangunan pabrik yang direncanakan sejak empat tahun silam itu. Acara itu dijadwalkan akan digelar pada pukul 15:00 waktu Shanghai.

Keputusan bisnis yang diambil Tesla dinilai cukup menarik. Pasalnya, AS dan China saat ini masih tarik ulur dalam perang dagang. Selain itu, pasar otomotif di China mulai jenuh setelah penjualan mobil turun pada 2017, atau pertama kalinya dalam dua dekade terakhir.

Kendati demikian, pabrik di China tetap penting bagi Tesla mengingat prospek penjualan mobil listrik di AS terancam turun setelah pemerintah federal memangkas kredit pajak.

Selain itu, Tesla juga diuntungkan dari pengoperasian pabrik di China karena berbeda dengan perusahaan otomotif asing lainnya, Tesla tidak membentuk perusahaan patungan (joint ventures) dengan perusahaan lokal China.

Tesla juga bisa memasarkan produknya di China lebih leluasa karena tidak terkena kebijakan tarif yang diterapkan AS dan China. Seperti diketahui, China menerapkan tarif tambahan 25 persen untuk mobil impor dari Negeri Paman Sam.

Pada 2017, Tesla telah menandatangani perjanjian awal dengan pemerintah Shanghai untuk membangun pabrik mobil listrik dengan kapasitas hingga 500.000 unit per tahun. Pada Oktober 2017, Tesla merampungkan pembebasan lahan sekitar 200 hektare untuk membangun pabriknya yang diberi nama Gigafactory 3.

Untuk tahun pertama, pabrik tersebut akan memproduksi sekitar 250.000 unit mobil listrik Tesla, termasuk Model 3 dan Y sebelum kapasitasnya digandakan pada tahun-tahun berikutnya. Investasi pembangunan pabrik itu menggunakan pinjaman dari bank lokal.

Analis Mascquarie Capital Inc, Maynard Um memprediksi, proses pembangunan pabrik Tesla tidak mungkin selesai tahun ini meski groundbreaking dilakukan pada awal Januari.

"Meski mungkin tidak memperoleh manfaat dari kebijakan tarif, kami memperkirakan ada potensi keuntungan, terutama karena perusahaan akan membangun rantai pasok secara vertikal di China," ujar Um.

Editor : Rahmat Fiansyah

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2sfswlW

No comments:

Post a Comment