
HONG KONG, iNews.id - Kabar mengejutkan datang dari Apple yang untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir memangkas proyeksi pendapatan. Kini, investor mulai khawatir dengan penjualan produk barang mewah lain: tas Louis Vuitton.
Dilansir The Strait Times, Sabtu (5/1/2019), revisi penjualan kuartal I-2019 yang dilakukan Apple tidak hanya memukul pemasok, namun juga perusahaan yang selama ini memasarkan barang mewah. Beberapa di antaranya Kering SA (Gucci), LVMH (Louis Vuitton), Burberry Group Plc and Richemont (Cartier).
"Situasi semakin menantang di China karena pasarnya mulai ketat. Ini menjadi sinyal peringatan untuk memahami China lebih baik dan lebih antisipatif," kata David Roth, CEO WPP Plc, firma konsultasi ritel.
BACA JUGA:
Penjualan Lesu, Harga iPhone Kemahalan?
Penjualan iPhone Turun, Apple Mulai Dibandingkan dengan Nokia
Apple sebelumnya memangkas proyeksi pendapatan kuartal I-2019 dari 93 miliar dolar AS menjadi 84 miliar dolar AS akibat perlambatan ekonomi di China. Kabar itu menjadi peringatan bagi industri barang mewah karena 30 persen belanja barang mewah yang mencapai 1 triliun dolar AS setahun berasal dari konsumen China.
Selama ini, peritel barang mewah membidik turis China kaya yang gemar mengoleksi tas, perhiasan, dan barang mewah lain saat plesiran ke Paris atau Dubai. Selain faktor makro, tantangan lain berasal dari menguatnya yuan dan upaya pemerintah China membatasi belanja turis China di luar negeri.
Ujian utama bagi mereka datang saat Imlek pada 5 Februari mendatang. Pada momen tersebut, warga China menjalani libur panjang yang seharusnya bisa mendongkrak konsumsi masyarakat, termasuk saat belanja di luar negeri.
Ketegangan antara AS dan China serta melambatnya perekonomian Negeri Tirai Bambu itu mendorong Presiden China Xi Jinping untuk mendongkrak konsumsi masyarakat. Namun, konsumsi diarahkan pada produk yang dijual di China, bukan belanja di luar negeri.
"Ada pergeseran yang jelas mulai terjadi saat ini soal pola konsumsi: orang-orang China membeli lebih banyak di negaranya," kata Pascal Martin, partner OC&C Strategy Consultant.
Editor : Rahmat Fiansyah
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2CS2xap
No comments:
Post a Comment