
MOSKOW, iNews.id - Seorang anggota parlemen Rusia ditangkap polisi di hadapan rekan-rekannya di gedung majelis tinggi, Rabu (30/1/2019). Pria bernama Rauf Arashukov sempat melarikan diri, namun lajunya dihambat ketua dewan.
Penangkapan dilakukan setelah majelis tinggi menggelar sidang untuk mencabut kekebalan dari pria yang mewakili daerah Karachaevo-Cherkessiya itu dari penuntutan kasus hukum. Sidang itu juga dihadiri Jaksa Agung dan kepala Komite Penyelidikan.
Arashukov dituduh terlibat dalam dua kasus pembunuhan, yakni melibatkan korban aktivis dan penasihat kepala daerah Karachaevo-Cherkessiya pada 2010.
Dugaan keterlibatan Arashukov diketahui setelah tiga orang memberikan kesaksian kepada penyelidik. Mereka menyebut Arashukov memerintahkan pembunuhan, salah satunya terhadap aktivis setempat, Asla Zhukov. Korban ditembak mati di depan rumahnya.
Ketua majelis tinggi Valentina Matvienko mengatakan, Arashukov mencoba keluar dari ruang sidang usai anggota dewan membahas mosi untuk membebaskannya dari kekebalan hukum.
"Dia bangkit dan meninggalkan sesi, dan saya menyuruhnya duduk karena dia seharusnya berbicara dan memberikan penjelasan, dan dia duduk kembali," kata Matvienko, dalam komentar di televisi, dan dilaporkan kembali Associated Press, Kamis (31/1/2019).
Arashukov hanya tersenyum dan tampak santai setelah ditangkap dan diperintahkan duduk kembali di ruang sidang. Dia dikelilingi petugas Dinas Keamanan Federal.
Sementara itu pengacara mengatakan kliennya mengaku tidak bersalah atas tuduhan itu.
Pengadilan Distrik Basmanny, Moskow, memerintahkan penahanan Arashukov sambil menunggu proses penyelidikan kriminal. Pengadilan menolak permohonan tahanan rumah atau jaminan. Alasannya, Arashukov bisa melarikan diri ke luar negeri.
Dia merupakan anak dari Raul, pengusaha kenamaan sekaligus salah satu pejabat perusahaan gas Rusia, Gazprom. Pada Rabu lalu, penyelidik mengumumkan Raul ditahan atas tuduhan penggelapan suplai gas senilai 30 miliar rubel.
Editor : Anton Suhartono
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2WE94gG
No comments:
Post a Comment