Pages

Tuesday, January 1, 2019

Anies Dorong Bank DKI Bisa Melantai di Bursa Efek Tahun Ini

JAKARTA, iNews.id - PT Bank DKI (Persero) berencana melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, proses IPO ini diupayakan untuk dipercepat. Pasalnya, Bank DKI sebagai fasilitator untuk pembiayaan pembangunan di Jakarta diharapkan dapat lebih membantu proyek infrastruktur di Jakarta.

"Jadi kita berharap pada proses IPO ini kita bisa lebih cepat. Mudah-mudahan tahun ini ya," ujarnya saat menghadiri silaturahmi OJK dan BI di Kompleks Bank Indonesia (BI), Jakarta, Rabu (2/1/2018).

Menurut dia, selama ini banyak pendanaan proyek pembangunan Jakarta yang melalui perbankan lainnya. Padahal, sebagai bank pembangunan daerah, seharusnya Bank DKI lebih memainkan perannya dalam kegiatan tersebut.

"Itu artinya porsi Pemprov untuk Bank DKI akan kita perbesar. Tata kelola akan kita perbaiki dan harapannya bisa lebih cepat," kata dia.

Sementara itu, Direktur Keuangan Bank DKI Sigit Prastowo mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan kapan akan melaksanakan IPO. "Untuk timing kami berkoordinasi dengan JLU (join lead underwriter), underwriter, mansek, rhb satunya lagi yang swasta Trimegah," kata dia.

Pihaknya juga memerhatikan kondisi pasar selama Pemilihan Presiden 2019-2024 dilaksanakan. Pasalnya, pada masa pergantian pemerintahan sangat krusial karena terkait kebijakan negara ke depannya sehingga menjadi perhatian pasar.

"Sekiranya nanti kondisi bagus dan tidak ada pengaruh, tentu kita akan segera melakukan proses itu. Tapi proses persiapan sdh mulai kami dijalankan," ucapnya.

Masih belum diketahui berapa banyak saham yang akan dilepas Bank DKI ke pasar modal Indonesia. Hal ini masih digodok karena memerlukan persetujuan dari Gubernur DKI Jakarta selaku pemegang saham.

"Tapi kalau konteks kebutuhan pendaan CAR kita masih cukup jadi kita lebih banyak ke aspek mningaktakan GCG dengan terbuka kan tentu perkembangan perusahaan lebh baik. Tapi bukan karena desakan kebutuhan permodalan. Makanya jumlah saham yang dilepas mash berhitung dan nanti akan diputuskan oleh pemegang saham," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2Sv5djj

No comments:

Post a Comment