Pages

Tuesday, January 1, 2019

Ada Bencana, Kunjungan Wisman November Turun 11,26 Persen

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada November 2018, mencapai 1,15 juta. Jumlah tersebut turun 11,26 persen dibanding Oktober 2018, yang mencapai 1,29 juta kunjungan.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena dampak bencana yang menimpa sejumlah wilayah di Indonesia. Alhasil, ada kekhawatiran bagi wisman untuk mengunjungi daerah wisata Tanah Air.

"Berbagai bencana yang terjadi 2018, akan berpengaruh kepada jumlah wisman. Ketika ada bencana, semua tentu akan khawatir," ujar Suhariyanto di Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Penyebab lainnya karena akibat faktor musiman. Pasalnya, musim liburan luar negeri diperkirakan mengalami peningkatan pada Desember. Pria yang akrab disapa Kecuk itu juga menjelaskan, meski secara month to month mengalami penurunan, namun apabila dibandingkan periode yang sama pada 2017, kunjungan wisman naik 8,16 persen dari 1,06 juta kunjungan.

"Secara kumulatif, dari Januari-November 2018, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 14,39 juta kunjungan naik 11,63 persen dibanding periode yang sama," tutur Suhariyanto.

Dari jumlah kunjungan 1,15 juta, BPS mencatat wisman yang datang dari ASEAN memiliki persentase kenaikan paling tinggi, yaitu sebesar 12,91 persen dibanding November 2017. Sementara penurunan terbesar pada Timur Tengah yaitu sebesar 29,62 persen.

Sementara apabila melihat dari jumlah kunjungan wisman melalui pintu masuk udara November 2018 mengalami penurunan 17,55 persen dibanding bulan sebelumnya. "Penurunan paling tinggi terjadi di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh sebesar 44,75 persen. Sementara yang paling rendah Bandara Hasanuddin Sulawesi Selatan, sebesar 1,35 persen," ujar Kecuk.

Suhariyanto berharap, dengan adanya upaya pemerintah saat ini untuk mengebut rehabilitasi di wilayah-wilayah terdampak bencana, dapat kembali meningkatkan angka kunjungan wisman.

"Kita berharap nantinya dengan upaya rehabilitasi pemerintah, jumlah wisman nantinya meningkat, sehingga jumlah pendapatan pun naik," katanya.

Selanjutnya, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada November 2018 mencapai rata-rata 60,19 persen atau naik 2,31 poin dibandingkan dengan TPK November 2017 yang tercatat sebesar 57,88 persen. Begitu pula, jika dibanding TPK Oktober 2018, TPK hotel klasifikasi bintang pada November 2018 mengalami kenaikan sebesar 1,35 poin.

“Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama November 2018 tercatat sebesar 1,85 hari, terjadi kenaikan 0,05 poin jika dibandingkan keadaan November 2017,” tutur Suhariyanto.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2As7xRa

No comments:

Post a Comment