
TOKYO, iNews.id - Seorang anggota Pasukan Bela Diri Angkatan Laut Jepang (MSDF) bunuh diri diduga kuat karena tak tahan menjadi korban bullying kaptennya.
Sumber yang mengikuti perkembangan kasus ini menyebut, MSDF membentuk tim internal untuk menyelidiki peristiwa yang terjadi pada September 2018 itu.
Korban diketahui berusia 32 tahun dan bertugas di kapal militer Tokiwa. Dia diduga menerima tekanan secara mental dan fisik oleh kapten, dikutip dari Kyodo, Kamis (27/12/2018).
Dari pemeriksaan sementara dengan memintai keterangan 140 kru, kapten melakukan kekerasan verbal berulang kali terhadap korban dengan menyebutnya 'bodoh' serta layak mati.
Dia juga melarang korban untuk istirahat. Kru lain mengaku pernah melihat kapten memukuli korban dengan alat pengikat di malam hari sebelum bunuh diri.
Ternyata tak hanya korban, hasil penyelidikan mengungkap, kapten pernah menabrak kru lain.
Sementara itu, tidak ada catatan yang ditinggalkan korban sebelum bunuh diri, membuat petugas kesulitan mengungkap kasus ini. Namun kapten kapal dan pejabat senior lainnya dikenakan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan.
Kepada tim penyelidik, kapten juga mengakui memperlakukan aturan yang ketat terhadap korban.
Ini merupakan kasus terbaru dari serangkaian pelecehan dan intimidasi di tubuh MSDF. Pada Oktober 2004, seorang kru kapal perusak Jepang tewas setelah mengalami pelecehan oleh atasannya.
Putusan Pengadilan Tinggi Tokyo menyebut korban ditembak dengan pistol oleh seorang perwira MSDF dalam kasus yang sebelumnya disebut sebagai aksi bunuh diri. MSDF ditemukan telah menutupi dokumen investigasi.
Pada 2014, seorang kru kapal perusak bunuh diri setelah di-bully oleh perwira senior yang memukulnya dengan senter. Petugas itu kemudian didenda karena menyerang kru dan menghancurkan ponselnya.
Editor : Anton Suhartono
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2LCdTlB
No comments:
Post a Comment