
SEOUL, iNews.id - Delegasi Korea Selatan (Korsel) menyeberangi perbatasan menuju Korea Utara (Korut) dalam rangka menghadiri upacara peletakan batu pertama penyambungan kembali serta perbaikan jalan dan rel kereta api yang berada di semenanjung, Rabu (26/12/2018).
Sebuah kereta dengan sembilan gerbong yang mengangkut sekitar 100 warga Korsel, termasuk para pejabat dan lima orang yang lahir di Korut, terlihat meninggalkan stasiun kereta api Seoul pagi-pagi sekali untuk menuju kota perbatasan di Korut, Kaesong.
Kereta berwarna merah, putih, dan biru itu membawa slogan bertuliskan: "Mari kita buka era perdamaian dan kemakmuran bersama - menghubungkan kembali kereta api dan jalan Selatan-Utara."
Di dekat peron, sekelompok kecil sekitar 10 pengunjuk rasa memegang spanduk yang mengecam pemimpin Korut sebagai diktator yang membunuh warganya. Mereka mengutuk rencana penyatuan transportasi yang ditujukan untuk mengintegrasikan seluruh semenanjung Korea.
Sekitar dua jam kemudian, sebuah foto disiarkan di televisi Korsel yang menunjukkan kereta tiba di Stasiun Panmun di Kaesong di mana acara tersebut akan berlangsung.
Presiden Korea Selatan Moon Jae In dan pemimpin Korut Kim Jong Un sepakat untuk mengadakan upacara pada akhir tahun ini saat mereka bertemu pada pertemuan puncak ketiga mereka di Pyongyang September lalu.
Ada kekhawatiran bahwa kereta api dan alat-alat lain yang dibawa ke Korut untuk acara tersebut bisa memicu pelanggaran berbagai sanksi yang dijatuhkan atas negara itu. Dewan Namun Dewan Keamanan PBB dilaporkan memberikan pengecualian untuk acara tersebut.
Sementara itu, Pihak Korsel menekankan, acara itu bukanlah awal dari upaya untuk menghubungkan kembali dan memodernisasi jalan-jalan dan rel kereta api antara kedua Korea, yang secara teknis tetap berperang setelah konflik 1950-1953 berakhir tanpa perjanjian damai.
"Acara itu hanyalah ekspresi komitmen terhadap proyek-proyek itu," kata juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel, seperti dilaporkan AFP, Rabu (26/12/2018).
Kementerian menyebut pembangunan akan bergantung pada kemajuan denuklirisasi Korut dan kondisi terkait sanksi.
Korea Selatan diketahui menggelontorkan dana sekitar 620.000 dolar Amerika Serikat (AS) untuk pekerjaan tersebut.
Editor : Nathania Riris Michico
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2BGwBUm
No comments:
Post a Comment