Pages

Sunday, December 2, 2018

Gencatan Senjata Perang Dagang Bawa Dolar AS Melemah

SINGAPURA, iNews.id - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) jatuh terhadap mayoritas mata uang karena investor lebih memusatkan investasinya ke aset yang lebih berisiko. Peralihan investor tersebut seiring langkah AS dan China yang melakukan gencatan senjata dalam perang perdagangan.   

Mengutip Reuters, Senin (3/12/2018), Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Presiden China Xi Jinping di pertemuan KTT G20, Argentina bahwa tidak akan meningkatkan tarif impor sebesar 25 persen atau senilai 200 miliar untuk barang Tiongkok pada 1 Januari.

China dan AS akan mencoba menjembatani perbedaan pandangan melalui pembicaraan baru dalam jangka waktu 90 hari.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan turun 0,13 persen ke 97,14.

Mata uang berisiko seperti dolar Australia dan dolar Selandia Baru, masing-masing menguat lebih dari 0,5 persen, sementara mata uang safe haven seperti yen dan franc Swiss diperdagangkan melemah.

Dolar AS melemah 0,54 persen terhadap yuan. Sementara dolar AS menguat 0,2 persen terhadap yen Jepang menjadi 113,68 yen. Euro menguat 0,16 persen menjadi 1,1333 dolar AS di tengah aksi jual greenback.

Pound Inggris diperdagangkan lebih lemah bergerak di 1,2740 dolar AS atau melemah sekitar 0,1 persen. Sterling telah membukukan kerugian selama tiga pekan berturut-turut karena para investor bertaruh bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May tidak akan dapat meneruskan transaksi Brexit melalui parlemen pada 11 Desember.

Selain perdagangan, fokus investor juga akan kembali ke kebijakan moneter AS, dengan Federal Reserve diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember, yang akan menjadi kenaikan suku bunga keempatnya tahun ini.

"Perkembangan selama akhir pekan akan memberi Fed kepercayaan diri untuk menaikkan suku pada 2019," kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar di pasar CMC.

Dolar telah berada di bawah tekanan pekan lalu ketika pasar mengambil komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell sebagai petunjuk laju lebih lambat dari kenaikan suku bunga. Powell dijadwalkan akan berpidato di depan Komite Ekonomi Gabungan kongres akhir pekan ini.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2rjQgVf

No comments:

Post a Comment