
ZHOUSHAN, iNews.id - Boeing Co tetap membuka pabrik pertamanya yang dibangun di China. Pembukaan itu dilakukan meski negara tersebut tengah bersitegang dengan Amerika Serikat (AS) soal isu perdagangan.
"Apakah saya gugup dengan situasi ini? Ya, tentu saja. Ini kondisi yang cukup menantang. Kami harus fokus untuk jangka panjang di China. Saya optimistis kami akan menemukan jalan keluar dari situasi ini," kata Presiden Boeing China, John Bruns, dikutip dari Reuters, Minggu (16/12/2018).
Pabrik Boeing di China akan memproduksi pesawat seri 737. Langkah Boeing membangun pabrik di Zhoushan, sekitar 290 kilometer dari Shanghai karena pihaknya ingin mendongrak penjualan di Asia dan terus bersaing dengan Airbus.
Pabrikan pesawat asal AS itu menggandeng Commercial Aircraft Corp of China (COMAC). Boeing merogoh dana 33 juta dolar AS untuk berinvestasi apda perusahaan patungan dengan BUMN China.
China merupakan salah satu pasar utama bagi Boeing. Hampir satu dari empat pesawat yang diproduksi Boeing dikirim ke China. Hingga 20 tahun ke depan, permintaan pesawat ke China diprediksi mencapai 7.700 unit dengan nilai 1,2 triliun dolar AS.
Bruns optimistis negosiasi dagang antara AS dan China bisa mencapai titik temu. Dia menyebut, industri penerbangan cukup kuat di tengah tensi kedua negara.
Saat ditanya soal apakah ada kewajiban transfer teknologi antara Boeing dan COMAC, Bruns menjelaskan, pembangunan pabrik tersebut hanya untuk memasang kursi, mengecat badan pesawat, dan mengepak pesawat sebelum dikirimkan.
"Itu hanya satu-satunya yang kita lakukan saat memproduksi pesawat terbang," kata Bruns.
Editor : Rahmat Fiansyah
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2S2tEEH
No comments:
Post a Comment