Pages

Wednesday, November 28, 2018

Tokoh Muslim dan Yahudi Skotlandia Bersatu Lawan Kejahatan Kebencian

EDINBURGH, iNews.id - Sejumlah tokoh masyarakat Yahudi dan Muslim bersatu untuk menghadapi kejahatan kebencian di Skotlandia. Mereka bertekad mengatasi Islamofobia dan anti-Semit di kota mereka.

Dewan Muslim dan Komunitas Yahudi Skotlandia juga mengeluarkan daftar kejahatan kebencian, termasuk di dalamnya kebencian di media daring dan berita media yang mengandung prasangka.

Saat ini, Pemerintah Skotlandia tengah mengkaji undang-undang kejahatan kebencian di wilayah itu.

Kedua kelompok agama menyatakan, mereka ingin turut membantu pemerintah dalam menyusun undang-undang tentang permasalahan ini.

Mereka juga meluncurkan 'komunike' yang merumuskan rencana untuk membentuk Jaringan Perempuan Muslim atau Yahudi dan menyerukan layanan sosial yang peka terhadap budaya dan agama tertentu.

"Kami berdiri bersama bertekad untuk mengakhiri kebencian dan ekstremisme yang berdampak terhadap kami semua," demikian bunyi dari pernyataan tersebut, seperti dilaporkan BBC, Kamis (29/11/2018).

"Pembunuhan terhadap 11 anggota komunitas Yahudi di Pittsburgh di Amerika Serikat dan serangan teror di Masjid Finsbury Park di London adalah akibat yang ditimbulkan dari kebencian dan ekstrimisme."

"Berbagai serangan Islamofobia dan anti-Semit terjadi di masjid-masjid dan sinagog di kota ini, dan kita tidak seharusnya menutup mata terhadap kenyataan bahwa rasisme, intoleransi dan prasangka itu memang ada di Skotlandia," tambah pernyataan itu.

Tak ha itu, anggota parlemen Glasgow, Anas Sarwar, juga turut merespons hal tersebut.

"Ini adalah sebuah komunike penting, menyatukan masyarakat untuk bekerja sama untuk mengatasi Islamofobia dan anti-Semit," kata Sarwar, yang menangani soal Islamofobia.

"Kita tidak bisa menyerahkan perang melawan anti-Semitisme kepada komunitas Yahudi, dan kita tidak bisa menyerahkan perang melawan Islamofobia kepada komunitas Muslim. Ini adalah perjuangan bersama bagi kita semua."

Direktur Komunitas Yahudi Scottish Council of Jewish Communities, Ephraim Borowski, mengungkapkan hal ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk mendiskusikan bersama pengalaman mereka dalam menghadapi prasangka.

"Sejarah mengajarkan kita bahwa rasisme dan kebencian agama mungkin dimulai dengan menjadikan satu komunitas sebagai sasaran, namun tidak pernah berakhir di sana. Jadi ini adalah tanggung jawab kita semua untuk berdiri bahu-membahu untuk menunjukkan bahwa 'memilah-milah', diskriminasi, dan kebencian tidak pernah diterima," ujarnya.

Menurut statistik yang diterbitkan pada Mei 2018, total ada 5.708 kasus dugaan kejahatan kebencian di Skotlandia pada 2016-2017.

Kasus-kasus itu terdiri dari 3.349 kejahatan yang melibatkan ras, 673 kejahatan soal agama, 1.075 soal LGB, 40 kasus soal transgender, dan 188 kejahatan soal penyandang disabilitas.

Perwakilan dari kedua kelompok agama tersebut akan menghadiri pertemuan kelompok lintas-partai Parlemen Skotlandia tentang penanganan Islamofobia di Holyrood pada Selasa pekan depan.

Editor : Nathania Riris Michico

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2rcLxVC

No comments:

Post a Comment