
JAKARTA, iNews.id - Paket Kebijakan Ekonomi XVI dikeluarkan pemerintah untuk mengatasi ketidakpastian global yang masih berlanjut. Terdapat tiga kebijakan dalam paket ini yaitu, perluasan tax holiday, relaksasi daftar negatif investasi (DNI), dan insentif devisa hasil ekspor (DHE).
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, paket ini dikeluarkan pemerintah hanya untuk memberikan sentimen positif ke pasar karena pekan ini rilis ekonomi negatif. Pasalnya, paket kebijakan ini sudah pernah dibuat di paket kebijakan sebelumnya. Selain itu juga dampak ke investasi dirasakan untuk lima tahun ke depan.
"Tujuannya biar pelaku usaha optimis bahwa pemerintah memberikan aneka insentif di saat ekonomi sedang banyak tantangan. Tapi ya hanya tambal sulam, sebagian besar sudah pernah dibahas di paket sebelumnya," ujarnya kepada iNews.id, Sabtu (17/11/2018).
Seperti diketahui, pekan ini Badan Pusat Statistik (BPS) merilis defisit neraca perdagangan Oktober 2018 yang semakin besar, yaitu 1,82 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Padahal, neraca perdagangan bulan sebelumnya sempat surplus 314 juta dolar AS sehingga rilis tersebut membuat sentimen negatif ke pasar.
Kemudian, Bank Indonesia (BI) juga menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 25 basis poin menjadi 6 persen. Dengan demikian, BI telah menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 175 bps sejak Mei lalu.
"Paket ini muncul untuk kasih sinyal ke pasar dan kompensasi atas naiknya bunga acuan BI. Tujuannya biar pelaku usaha optimis bahwa pemerintah memberikan aneka insentif di saat ekonomi sedang banyak tantangan," ucapnya.
Kendati demikian, paket kebijakan ini turut berkontribusi pada penguatan rupiah selama sepekan yang sebesar 1,48 persen dari Rp14.820 menjadi Rp14.611 per dolar AS. Meskipun penguatan ini diperkirakan hanya bersifat temporer karena bulan depan suku bunga acuan AS akan naik sehingga rupiah berpotensi melemah.
Kemudian, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan naik 2,35 persen ke level 6.012. Dengan demikian, dana asing yang mulai masuk lagi ke pasar modal Indonesia selama sepekan menjadi Rp3,38 triliun.
Editor : Ranto Rajagukguk
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2DsX3Dm
No comments:
Post a Comment