
JAKARTA, iNews.id - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street dibuka menghijau karena pelaku pasar menantikan pidato dari pimpinan Federal Reserve (The Fed) tentang kebijakan moneter. Penguatan ini juga didukung harapan bahwa Amerika Serikat (AS) dan China akan memperbaiki kerja sama perdagangannya.
Mengutip CNBC, Rabu (28/11/2018), indeks Dow Jones Industrial Average naik 200 poin, dengan saham Boeing memimpin penguatan. Indeks S&P 500 naik 0,5 persen karena sektor teknologi menguat sekitar 1 persen. Indeks Nasdaq Composite naik 0,7 persen.
Ketua Fed Jerome Powell akan berbicara di Economic Club of New York. Selama acara, Powell dijadwalkan berbicara tentang kerangka The Fed untuk memantau stabilitas keuangan. Pelaku pasar menanti dengan harapan positif pidato Powell. Pasalnya, pasar saham telah jatuh cukup dalam karena kekhawatiran bank sentral yang akan agresif memperketat kebijakan moneternya.
"Jangan kaget jika pidato dan tone-nya sangat mirip dengan (Wakil Ketua Fed Richard) Clarida kemarin," kata Peter Boockvar, kepala investasi di Bleakley Advisory Group.
"Saya ragu dia mengubah ekspektasi pasar untuk kenaikan Desember," Boockvar menambahkan.
The Fed diperkirakan menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin bulan depan. Bank sentral AS telah menaikkan suku bunganya sebanyak tiga kali tahun ini. Keputusan Fed memperketat kebijakan moneternya telah mengundang kritik dari Gedung Putih baru-baru ini.
Berkurangnya kekhawatiran tentang perdagangan AS-China juga mendorong penguatan ke pasar saham. Laporan New York Times mengatakan, Trump khawatir tentang dampak panjang perang dagang dengan China di pasar dan ekonomi. Ini bisa mendorong Trump untuk berkompromi dengan China dalam perdagangan.
Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow tampaknya mengurangi kekhawatiran soal perdagangan, karena pemerintahan Trump telah melanjutkan diskusi dengan China. Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan bertemu untuk makan malam pada Sabtu di KTT G-20 di Argentina. Kedua pemimpin diharapkan membahas perdagangan, di antara isu-isu lainnya.
Saham Boeing naik lebih dari 2 persen karena kekhawatiran perdagangan mereda. Saham perusahaan ini juga meningkat setelah otoritas pemerintah Indonesia menyatakan, kecelakaan Lion Air terjadi karena masalah pemeliharaan.
Wall Street yang menghijau karena saham teknologi yang sempat jatuh memperoleh tenaga kembali untuk ke jalur positif. Saham Facebook, Amazon, Apple, Netflix, dan Alphabet semuanya naik.
Saham Salesforce naik lebih dari 8 persen setelah perusahaan melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan. Perusahaan terkait cloud lainnya seperti ServiceNow dan Adobe juga diperdagangkan lebih tinggi.
Editor : Ranto Rajagukguk
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2FJFd1G
No comments:
Post a Comment