Pages

Thursday, November 1, 2018

Kuat Lawan Dolar AS, Kurs Rupiah Bergerak ke Rp15.127

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah di pasar spot pada akhir perdagangan, Kamis (1/11/2018) menambah poin penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda kini menapaki level psikologis ke Rp15.100 per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah terapresiasi 75 poin atau 0,49 persen ke Rp15.127 per dolar AS dari sesi terakhir kemarin Rp15.202 per dolar AS. Laju harian rupiah tercatat Rp15.125-15.203 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp15.203 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah menguat 75 poin atau 0,49 persen menjadi Rp15.125 per dolar AS dibandingkan posisi terakhir kemarin Rp15.200 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp15.200 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp15.114-15.200 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 32 poin menjadi Rp15.195 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.227 per dolar AS.

Sebagai informasi, kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (31/10/2018) waktu setempat di tengah reli saham global dan laporan ekonomi yang positif.

Mengutip Xinhua, Kamis (1/11/2018), Lonjakan pasar saham global pada Rabu memicu permintaan untuk greenback, didorong oleh laba yang kuat dari General Motors dan Facebook. Indeks Dow naik 0,97 persen menjadi 25.115,76, dan S&P 500 naik 1,09 persen ke 2.711,74, sementara Nasdaq meningkat 2,01 persen ke 7.305,90.

Selain itu, laporan ketenagakerjaan ADP yang dirilis Rabu menunjukkan kekuatan ekonomi negara itu didukung oleh pasar tenaga kerja yang kuat. Laporan, yang dilihat oleh investor dan ekonom sebagai pratinjau laporan pekerjaan yang lebih rinci oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS, menunjukkan bahwa pengusaha sektor swasta menambahkan 227.000 pekerjaan pada bulan Oktober, terutama didorong oleh pertumbuhan lapangan kerja di bisnis yang lebih besar.

Analis percaya bahwa data akan mendorong dolar menguat dan mendukung Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunga. The Fed diperkirakan menaikkan suku bunga lagi pada bulan Desember menyusul kenaikan suku bunga pada bulan September untuk ketiga kalinya tahun ini, membuat greenback lebih berharga di pasar global.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1326 dolar AS dari 1,1342 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2778 dolar AS dari 1,2701 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia merosot ke 0,7077 dolar AS dari 0,7102 dolar AS.

Dolar AS dibeli 112,92 yen Jepang, lebih rendah dari 112,96 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 1,0082 franc Swiss dari 1,0052 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3161 dolar Kanada dari 1,3130 dolar Kanada.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2OZVALU

No comments:

Post a Comment