
SINGAPURA, iNews.id - Harga minyak mentah dunia anjlok pada sesi perdagangan Asia, Jumat (2/11/2018). Pasar khawatir dengan meningkatnya suplai meski sanksi AS terhadap Iran akan diberlakukan dalam waktu dekat.
Dilansir Reuters, harga minyak Brent turun 39 sen atau 0,5 persen ke 72,5 dolar AS per barel. Harga minyak TWI juga turun 37 sen atau 0,6 persen ke 63,32 dolar AS per barel.
"Harga minyak mentah terpukul cukup parah karena investor khawatir dengan meningkatnya stok dan produksi global dari negara-negara produsen minyak pada tahun ini," kata broker Phillip Futures, Benjamin Lu.
Harga minyak terus tertekan dalam beberapa minggu terakhir. Sejak awal Oktober, harga Brent sudah anjlok lebih dari 12 persen sementara WTI turun lebih dari 13 persen.
Sepanjang bulan lalu, anggota negara-negara eksportir minyak (OPEC) memompa produksi minyak hingga 33,31 juta barel per hari. Angka tersebut naik 390.000 barel dibandingkan September 2018, sekaligus tertinggi sejak Desember 2016.
Selain OPEC, produksi minyak AS pada Agustus 2018 juga tercatat naik 416.000 barel per hari menjadi 11,35 juta barel per hari. Secara mingguan, produksi minyak AS bertahan di level 11,2 juta barel per hari.
AS terus menempel Rusia sebagai produsen minyak terbesar dunia. Produksi minyak Rusia pada Oktober mencapai level tertinggi 11,41 juta barel per hari. Angka tersebut naik dibandingkan September 2018 yang tercatat 11,36 juta barel per hari. Sementara AS sudah melampaui produksi minyak Arab Saudi yang sebesar 10,65 juta barel per hari.
Ketiga negara tersebut menguasai pasar minyak dunia. Jika digabungkan produksi minyak Rusia, AS, dan Arab Saudi lebih dari sepertiga produksi minyak dunia yang mencapai 100 juta barel per hari.
Editor : Rahmat Fiansyah
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2Dh2Igz
No comments:
Post a Comment