
JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot cenderung stagnan pada perdagangan Rabu (31/10/2018) pagi.
Data Bloomberg menunjukkan, rupiah berada di level Rp15.225 per dolar AS, turun 2 poin dibandingkan posisi sebelumnya di Rp15.223 per dolar AS.
Rupiah dibuka di Rp15.225 per dolar AS dan sempat tertekan meski akhirnya melawan balik. Sejauh ini, rupiah bergerak dalam rentang Rp15.225-15.231 per dolar AS. Sementara sejak awal tahun, rupiah melemah 12,32 persen terhadap greenback.
Data Reuters juga menunjukkan, rupiah melemah tipis ke Rp15.214 per dolar AS. Mata uang Garuda sejauh ini bergerak dalam rentang Rp15.224-15.231 per dolar AS.
Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia Rabu 31 Oktober 2018, rupiah terapresiasi 10 poin menjadi Rp15.227 per dolar AS dari posisi sebelumnya di Rp15.237 per dolar AS.
Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada memprediksi, kurs rupiah hari ini tertekan seiring menguatnya dolar AS. Kendati demikian, rupiah masih berpeluang bertahan.
"Adanya sejumlah sentimen yang membuat dolar AS meningkat tentunya berimbas negatif pada rupiah. Apalagi sentimen dari dalam negeri dianggap belum ada yang dapat mengangkat rupiah secara signifikan," ujar Reza.
Kemarin, kata dia, rupah melemah namun, masih dalam tren sideways seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Melemahnya laju euro seiring dengan keputusan Perdana Menteri Jerman Angela Merkel, yang tidak ingin kembali mencalonkan menjadi PM Jerman membuat pelaku pasar bersikap negatif.
"Merkel yang dianggap sebagai salah seorang berpengaruh di Uni Eropa terutama dalam pembentukan Zona Euro memutuskan hal tersebut sehingga membuat pelaku pasar mengkhawatirkan akan masa depan Eurozone sehingga menekan euro pada perdagangan valuta asing global," ucap Reza.
Dengan pelemahan tersebut berimbas pada menguatnya laju dolar AS. Di sisi lain, penguatan dolar AS juga dipicu oleh kekhawatiran akan kian parahnya perang dagang setelah ada indikasi AS akan kembali mengenakan tarif terhadap sejumlah barang impor dari China.
Editor : Rahmat Fiansyah
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2Rqz4bF
No comments:
Post a Comment