
JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) menyebutkan, saat ini perekonomian global tengah diterpa angin topan. Hal inilah yang membuat nilai tukar rupiah terperosok ke level Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, angin topan tersebut membuat pertumbuhan ekonomi tidak merata di berbagai negara. Hal ini menimbulkan ketidakpastian yang berimbas pada terdepresiasinya nilai mata uang berbagai negara.
"Kira-kira ke depan gimana, apakah tiupan angin global bakal terus-terusan gini. Tahun depan kira-kira seperti apa dan dampaknya terhadap nilai tukar itu seperti apa," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/10/2019).
Ia melanjutkan, saat ini hanya AS yang perekonomiannya mengalami peningkatan sementara negara lainnya menjadi korban dari angin topan global tersebut. Padahal, pada tahun-tahun sebelum normalisasi kebijakan AS diberlakukan, pertumbuhan ekonomi global merata.
"Beruntung Indonesia pertumbuhan ekonomi naik," kata dia.
Akibat berbagai kebijakan fiskal yang dilancarkan oleh pemerintah AS membuat pertumbuhan ekonominya terlalu baik. Bahkan, dia menilai telah melebihi perkiraan pasar.
"Karena memang Trump (Presiden AS) meggenjot dari stimulus fiskal, pada saat ekonominya juga di atas kapasitas. Ini menimbulkan ketidakpastian," ucapnya.
Melihat hasil yang positif ini, maka bank sentral AS, The Federal Reserve, berambisi menaikkan suku bunga acuannya. Terhitung sejak 2018, AS sudah menaikkan suku bunga acuannya sebanyak tiga kali dari 1,5 persen menjadi 2,25 persen.
Hal tersebut membuat aliran dana asing tertarik masuk ke AS dan meninggalkan negara-negara berkembang. Pasalnya, investor merasa suku bunga acuan AS lebih menarik ketimbang suku bunga acuan yang ditawarkan negara emerging market.
"Dolar itu mata uang satu-satunya yang kuat. Itu kenapa aliran mata uang keluar dari emerging market ke AS," ucapnya.
Sebagai informasi, hari ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot terdepresiasi. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 35 poin atau 0,23 persen ke 15.078 per dolar AS.
Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia Rabu 3 Oktober 2018, rupiah terdepresiasi 100 poin menjadi Rp15.088 per dolar AS dari posisi kemarin di Rp14.988 per dolar AS.
Editor : Ranto Rajagukguk
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2RkxE3g
No comments:
Post a Comment