Pages

Tuesday, October 2, 2018

Kurs Rupiah Tembus Rp15.000, Rizal Ramli: Maaf, Ini Baru Permulaan

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah menembus level Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (AS) sejak kemarin. Hingga siang ini, rupiah terus tertekan.

Ekonom senior Rizal Ramli, kurs rupiah tengah bergerak menuju keseimbangan baru. Menurut dia, pergerakan rupiah yang melemah dan mencapai level psikologis baru itu belum akan berakhir.

"Apakah kita sudah mencapai stabilitas baru? Kami mohon maaf katakan tidak, belum sampai. Apakah Rp15.000 sudah akhir? Kami mohon maaf tidak, ini baru permulaan," ujarnya dalam seminar yang diselenggarakan Fraksi Partai Golkar di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/10/2018).

BACA JUGA:

Bank Indonesia Sebut Kurs Rupiah Berada dalam Tekanan yang Besar

Rizal Ramli Sebut Kebijakan Ekonomi Sri Mulyani Super Konservatif

Rizal mengatakan, keseimbangan baru belum tercapai lantaran bank sentral AS, The Fed masih akan menaikkan suku bunga acuan dalam dua tahun ke depan. Normalisasi kebijakan moneter AS yang belum usai tersebut selalu membuat kurs negara-negara emerging market, termasuk rupiah goyang.

"Emerging market bakal punya dampak ke Indonesia? Jawabannya iya, karena komposisi dolar AS dari pinjaman kita dan dari pasar uang kita dan lainnya itu tinggi," katanya.

Faktor lain, kata Rizal, juga datang dari perang dagang yang disebut sumber ketidakpastian baru di tengah normalisasi moneter AS. Perang dagang antara AS dan China dinilai membuat barang-barang asal Negeri Tirai Bambu itu membanjiri Indonesia.

"Apakah trade war AS-China ada dampak? Sangat punya dampak besar ada impor terhadap perdagangan, impor kita bisa jadi lebih naik," ucapnya.

Kendati demikian, mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman ini menilai perang dagang antara dua raksasa ekonomi terbesar dunia itu bisa berdampak positif bagi Indonesia. Pasalnya, investor asal Jepang, Korea dan Taiwan mulai berpikir untuk keluar dari China untuk menghindari tarif dari AS.

"Indonesia harus memanfaatkan kecenderungan investasi ini. Tapi kalau kita tidak siap maka hanya impor saja yang banjir," tuturnya.

Editor : Rahmat Fiansyah

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2O1smMk

No comments:

Post a Comment