
KUALA LUMPUR, iNews.id - Ungkapan 'tidak ada musuh abadi dalam politik' terbukti pada Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim. Keduanya kini bersatu di bawah koalisi Pakatan Harapan yang pada Mei lalu berhasil menjatuhkan kedigdayaan Barisan Nasional yang berkuasa sejak Malaysia berdiri.
Padahal, Mahathir dan Anwar pernah punya masa lalu kelam. Anwar dipecat sebagai wakil perdana menteri pada 1998 saat Mahathir berkuasa. Saat itu Anwar kerap mengkritik kebijakan Mahathir. Puncaknya, Anwar dipenjarakan atas tuduhan korupsi dan sodomi.
Setelah keduanya bersatu lagi, muncul desakan kepada Mahathir agar dia meminta maaf kepada Anwar. Dia bahkan menegaskan tak pernah menyampaikan maaf secara resmi kepada Anwar.
Hal itu disampaikan Mahathir dalam wawancara dengan program BBC HARDtalk yang tayang pada 2 Oktober 2018.
"Saya tidak pernah mengatakan itu (minta maaf). Orang-orang mengatakan itu karena mereka ingin saya meminta maaf. Saya tidak pernah meminta maaf secara resmi kepadanya," kata Mahathir, sebagaimana dilaporkan kembali The Star, Rabu (3/10/2018).
Saat dimintai tanggapannya mengenai pernyataan Mahathir itu, Anwar menjawab santai.
"Saya tidak pernah memintanya untuk minta maaf. Saya selalu menegaskan bahwa sudah puas dengan sikap dan kesanggupannya untuk bekerja sama dengan saya. Lupakan masa lalu dan move on. Itu, Anda yang memintanya untuk minta maaf atau BBC?" ujarnya, sambil melontarkan pertanyaan balik ke jurnalis.
Anwar juga meminta agar tidak membandingkan Mahathir dengan mantan perdana menteri Najib Razak. Seperti diketahui, Anwar dipenjarakan di dua pemerintahan itu untuk kasus sodomi. Dia menegaskan sudah memaafkan Najib Razak, terlepas dari kasus korupsi yang menjeratnya saat ini.
Lebih lanjut Anwar mengatakan, Mahathir sudah menunjukkan komitmennya untuk menjalankan agenda reformasi. Hal itu sejalan dengan cita-cita Anwar saat dia mendirikan oposisi melawan Barisan Nasional hingga dia dijuluki Bapak Reformasi.
"Dia berkomitmen terhadap agenda reformasi. Dia telah memeluk saya sebagai mitra dan dalam proses ini, saya pikir itu sudah berbicara banyak," kata Anwar.
Editor : Anton Suhartono
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2P4cTHB
No comments:
Post a Comment