
SEOUL, iNews.id - Intelijen Korea Seletan (Korsel) mengamati adanya aktivitas persiapan oleh Korea Utara (Korut) untuk menerima kedatangan tim inspeksi internasional yang akan mengecek fasilitas rudal dan senjata nuklir negara itu.
Sejak bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Singapura pada 12 Juni lalu, pemimpin Korut Kim Jong Un berjanji untuk melucuti senjata nuklirnya meskipun memberikan syarat. Korut sudah memulainya dengan membongkar fasilitas uji coba rudal.
Berdasarkan keterangan kantor berita Yonhap, Selasa (30/10/2018), Ketua Partai Demokrat Korsel Kim Min Ki mengatakan, petugas intelijen mendapati adanya aktivitas di fasilitas uji coba nuklir Punggyeri dan lokasi peluncuran roket Satelit Sohae.
"Melakukan persiapan dan kegiatan intelijen yang tampaknya terkait dengan kunjungan para pengawas asing," ujar anggota parlemen itu, sebagaimana dilaporkan kembali Reuters, Rabu (31/10/2018).
Meski begitu, kata dia, sampai saat ini belum terlihat ada perubahan signifikan di pusat fasilitas nuklir Yongbyon.
Presiden Korea Selatan Moon Jae In yakin Kim Jong Un akan menepati janjinya untuk menutup semua fasilitas nuklir dan peluncuran rudal.
Langkah ini disambut baik oleh AS. Washington sangat antusias menunggu hasil positif dari laporan tim inspeksi internasional.
Korut sudah membongkar fasilitas nuklir Punggyeri pada Mei lalu, namun saat itu tak memberi kesempatan tim inspeksi internasional memeriksanya.
Dalam pertemuan dengan Presiden Moon Jae In pada September lalu, Kim Jong Un berjanji akan menutup juga fasilitas Sohae serta memberi kesempatan para ahli untuk mengecek pembongkaran tempat pengujian mesin peluncur rudal dan landasan peluncurannya.
Moon mengatakan, Korut akan memberi izin tim inspeksi internasional meninjau pembongkaran fasilitas rudal secara permanen dan mengambil langkah lebih lanjut dengan menutup Yongbyon.
Editor : Anton Suhartono
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2CTjyB5
No comments:
Post a Comment