
JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpotensi kembali melemah setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup turun 0,52 persen di level 5.754.
Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, berdasarkan indikator, MACD sudah membentuk pola dead cross di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral.
"Di sisi lain, terlihat pola bearish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support," kata Nafan dalam risetnya, Selasa (30/10/2018).
Sementara itu, berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.729 hingga 5.704. Kemudian resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 5.797 hingga 5.839.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain:
- BMRI. Terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 6350 – 6450, dengan target harga secara bertahap di level 6525, 6700 dan 6850. Support: 6350 & 6200.
- BNGA. Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area 830 – 850, dengan target harga di level 870. Support: 820.
- ISAT. Terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 2440 – 2460, dengan target harga secara bertahap di level 2570 dan 2680. Support: 2400.
- MYOR. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 2570 – 2600, dengan target harga secara bertahap di level level 2630, 2650, 2720, 2800 dan 2870. Support: 2570 & 2550.
- PGAS. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 2150 – 2180, dengan target harga secara bertahap di level 2230, 2310, 2380 dan 2670. Support: 2090.
- PTBA. Terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada level 4160 - 4200, dengan target harga secara bertahap di 4310, 4610 dan 4910. Support: 4080.
Editor : Rahmat Fiansyah
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2Of0E9Y
No comments:
Post a Comment