
JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpeluang melanjutkan penguatan setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup naik 0,59 persen ke level 5.789.
Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal cenderung kembali menguji MA20 dan berpeluang melanjutkan pengujian kembali bearish trend line hingga ke level 5.830. Indikator stochastic mendukung pergerakan menguat meskipun momentum yang cenderung jenuh pada area middle karena adanya pergerakan terkonsolidasi selama 3 hari kebelakang.
"Diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung mencoba kembali menguat dengan support resistance 5.758-5.860," ujarnya dalam riset tertulisnya, Rabu (30/10/2018).
Seiring penguatan mayoritas indeks saham Asia, IHSG kemarin ditutup menguat dengan sektor aneka industri dan keuangan menjadi pemimpin penguatan. Rupiah ditutup tidak berubah di level Rp15.224 per dolar AS setelah sempat menguat. Investor asing pun tercatat net buy Rp599,15 miliar dengan saham TLKM, ASII dan BBCA menjadi top net buy value.
Ekuitas Asia mayoritas menguat kecuali Indeks Hang Seng (-0,91 persen). Indeks Nikkei (+1,45 persen) dan TOPIX (+1,38 persen) di Jepang memimpin penguatan disusul Shanghai (+1,08 persen) dan KOSPI (+0,93 persen) yang optimis menguat lebih dari sepersen.
MSCI Asia Pacific Index menghentikan pelemahan lima hari berturut-turut setelah Presiden Donald Trump mengulurkan kemungkinan kesepakatan perdagangan dengan China. Pembicaraan perdagangan AS-Cina menjadi fokus bagi investor dalam beberapa minggu mendatang, dengan pertemuan Trump-Xi menjulang di KTT G-20 yang dijadwalkan untuk bulan depan di Buenos Aires.
Sementara itu, bursa Eropa ditutup indeks FTSE (+0,14 persen) menguat di saat indeks lainya melemah di antaranya EuroStoxx (-0,25 persen), DAX (-0,42 persen), dan CAC (-0,22 persen). Hal ini dikarenakan data GDP zona Eropa secara tahunan turun di bawah ekspektasi 1,7 persen dari 2,2 persen dengan ekspektasi awal di level 1,8 persen diikuti dengan penurunann tingkat kepercayaan industri dan konsumer.
"Katalis selanjutnya investor akan terfokus pada data indeks manufaktur PMI di China dan kebijakan moneter serta hasil pertemuan BOJ (Bank Sentral Jepang) di Jepang akhir bulan Oktober," tuturnya.
Adapun saham-saham yang masih dapat dicermati di antaranya ELSA, INKP, TKIM, BBTN, ADHI, ANTM, ASII, dan TLKM.
Editor : Rahmat Fiansyah
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2OVR690
No comments:
Post a Comment